Uji Profesi Tenaga Kesehatan Ners, D3 Keperawatan, dan D3 Kebidanan

Tenaga kesehatan adalah salah satu faktor terpenting dalam mendukung fungsi sistem pelayanan kesehatan. Dibutuhkan tenaga kesehatan yang kompeten dan berdedikasi dalam jumlah dan sebaran yang baik untuk dapat menjalankan peran dan fungsinya secara optimal. Peningkatan kualitas pendidikan tenaga kesehatan adalah salah satu langkah strategis untuk meningkatkan ketersediaan tenaga kesehatan berkualitas dan memiliki kompetensi yang relevan untuk menjalankan sistem pelayanan kesehatan.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 Pasal 21 Ayat 7 tentang Tenaga Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 Pasal 16 tentang Keperawatan, perlu mengatur tentang Tata Cara Pelaksanaan Uji Kompetensi. Maka, salah satu upaya untuk mendorong percepatan peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan tenaga kesehatan adalah dengan melaksanakan uji kompetensi nasional. Uji kompetensi nasional adalah salah satu cara efektif untuk meningkatkan proses pendidikan dan menajamkan pencapaian relevansi kompetensi sesuai dengan standar kompetensi yang diperlukan masyarakat.

Tujuan dari uji kompetensi adalah memberikan pengakuan atas kompetensi lulusan terhadap kompetensi lulusan yang relevan dengan kompetensi kerja untuk dapat menjamin keselamatan pasien dalam praktik. Dengan uji kompetensi ini, diupayakan lulusan perawat mempunyai kemampuan analisis yang baik terkait dengan pelajaran yang telah diterima di perguruan tinggi kemudian layak untuk menjadi tenaga kesehatan yang kompeten. Selain hal tersebut, uji kompetensi nasional dapat dijadikan sebagai bagian dari penjaminan mutu pendidikan dan akreditasi prodi, utamanya prodi kebidanan, perawatan dan NERS.

Uji Kompetensi merupakan prasyarat untuk mendapatkan Sertifikat Kompetensi atau Sertifikat Profesi yang diikuti oleh mahasiswa bidang kesehatan pada akhir masa pendidikan. Oleh karena itu, mereka yang telah mendapatkan Sertifikat Kompetensi atau Sertifikat Profesi akan terdaftar sebagai tenaga kesehatan sehingga dapat bekerja dirumah sakit swasta maupun negeri, klinik serta membuka praktik mandiri.

Pada tahun 2017 uji kompetensi mulai dilaksanakan 3x dalam setahun dengan metode ujinya menggunakan paper based (tertulis) bagi kebidanan dan perawat, sedangkan profesi NERS menggunakan computer based test (semi online).

Uji Kompetensi diselenggarakan oleh panitia Uji Kompetensi Nasional yang terdiri atas unsur

  1. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
  2. Kementerian Kesehatan
  3. Perguruan Tinggi
  4. Organisasi Profesi/lembaga pelatihan/lembaga sertifikasi. Organisasi Profesi yang menaungi adalah IBI (Ikatan Bidan Indonesia) dan PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia). Organisasi Profesi berfungsi untuk memberikan standarisasi terkait tenaga kesehatan yang kompeten.

Laman Uji kompetensi

Ners : http://ukners.ristekdikti.go.id/
Perawat :  http://ukperawat.ristekdikti.go.id/
Bidan : http://ukbidan.ristekdikti.go.id