Program Hibah Bina Desa (PHBD)

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dalam pasal 13 ayat 2 menyatakan bahwa mahasiswa secara aktif mengembangkan potensinya dengan melakukan pembelajaran, pencarian kebenaran ilmiah, penguasaan, pengembangan, dan pengamalan suatu cabang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk menjadi ilmuwan, intelektual, praktisi, dan profesional yang berbudaya. Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristekdikti memberi kesempatan kepada para mahasiswa untuk terjun membangun desa melalui Program Hibah Bina Desa (PHBD). PHBD yang dimulai sejak tahun 2011 merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang di inisiasi oleh mahasiswa dan sekaligus merupakan implementasi dari konsep Bela Negara yang dalam pelaksanaannya terus mengalami peningkatan, baik jumlah proposal, kuota hibah maupun jumlah organisasi mahasiswa dan perguruan tinggi yang menjadi pengusul.

PHBD adalah kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta melalui Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis (IOMS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau Lembaga Eksekutif Mahasiswa. Mahasiswa pelaksana PHBD ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa peduli dan berkontribusi kepada masyarakat di desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera. Di sisi lain, masyarakat desa diharapkan mampu menemukan dan mengembangkan potensi yang sudah ada untuk diwujudkan menjadi kegiatan nyata atau mengembangkan kegiatan yang telah dirintis masyarakat menjadi lebih berkembang dan bermanfaat sehingga dapat mewujudkan ketahanan nasional di wilayah Republik Indonesia.

Pelaksanaan Program Hibah Bina Desa (PHBD) sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang berpartisipasi dalam program ini. Program ini dapat membuka kesempatan mahasiswa untuk berperan aktif dalam pembangunan, melalui program pengabdian kepada masyarakat. Tujuan dari pelaksanaan Program Hibah Bina Desa (PHBD) yaitu:

  1. Membantu mengatasi permasalahan pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan yang dihadapi masyarakat desa melalui upaya peningkatan kesadaran/sikap, wawasan/pengetahuan dan keterampilan.
  2. Menerapkan konsep pemberdayaan masyarakat melalui inovasi teknologi yang dilaksanakan dalam tim kerja yang bersifat interdisipliner dan kolaboratif.
  3. Membangun kemitraan dengan stakeholder terkait dalam mewujudkan program.
  4. Menjadikan lokasi PHBD sebagai desa binaan kampus.

Lingkup bidang Program Hiba Bina Desa meliputi pendidikan, pertanian, kesehatan, ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan. Kegiatan yang diusulkan oleh mahasiswa harus bersifat strategis dan berkelanjutan berdasarkan potensi dan identifikasi masalah masyarakat. Pengusul dalam PHBD adalah kelompok mahasiswa aktif program Sarjana atau Diploma yang tergabung di dalam organisasi kemahasiswaan baik Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis (IOMS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) maupun lembaga eksekutif mahasiswa dan disetujui oleh Pemimpin Perguruan Tinggi pelaksana. Program ini memiliki beberapa tahapan yang harus di lewati pengusul diantaranya ialah penulisan dan pengumpulan pra-proposal, serta penulisan dan pengumpulan proposal sesuai dengan kriteria yang tertera dalam pedoman Program Hibah Bina Desa (PHBD).

Panduan          : Pedoman PHBD 2019 Final

Website          : http://phbd.dikti.go.id/