Lokakarya Modul Elektronik untuk Mendorong Merdeka Belajar di Pendidikan Tinggi

Universitas Pasundan (Unpas) bekerja sama dengan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menyelenggarakan Workshop Penyusunan E-Modul/Bahan Ajar yang diselenggarakan di Aula Mandala Saba R. Otto Iskandar Dinata, Bandung (7/01/2020).

Menurut Rektor Unpas, Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf Sp, M.Si., M.Kom, workshop yang diikuti 140 peserta yang merupakan perwakilan dari setiap fakultas ini sebagai bukti komitmen serius Unpas dalam menerapkan Permenristekdikti No. 51 Tahun 2018.

Pada tahun 2020, Unpas akan menyelenggarakan perkuliahan dengan pola blended learning Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), 50% dalam jaringan (daring) dan 50% tatap muka dengan langkah awal akan dikeluarkannya Surat Keputusan Rektor.

“Penerapan PJJ juga diharapkan dapat meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Indonesia yang sekarang masih di bawah 50% dan jauh di bawah negara-negara tetangga”, ujar Eddy.

Blended learning di Perguruan Tinggi merupakan salah satu upaya dalam menjawab tantangan “Merdeka Belajar” yang digaungkan oleh Menteri Pendidikan Kebudayaan sebagai upaya dalam mewujudkan visi Presiden Joko Widodo dalam mencetak SDM unggul.

Dengan tersedianya e-modul/bahan ajar yang berkualitas memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan, kemauan, dan minat adalah konsep merdeka dalam belajar,” ujar narasumber Plt. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani, MP.

Paris juga menyampaikan merdeka dalam belajar di perguruan tinggi artinya perguruan tinggi perlu memulai transformasi digital/e-modul dalam proses pembelajaran. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk kuliah, mengambil mata kuliah di program studi lain, bahkan di perguruan tinggi lain. Kemendikbud saat ini terus berupaya dalam pengembangan platform pembelajaran daring yaitu SPADA 4.0, yang menyesuaikan dengan perkembangan era Industri 4.0. Melalui SPADA 4.0 ini nantinya mahasiswa dapat mengambil mata kuliah dari perguruan tinggi lain yang diminati.

Kebijakan Mendikbud lainnya, di antaranya penyederhanaan regulasi dan birokrasi dalam pendidikan tinggi, penciptaan lapangan kerja dengan mengoptimalkan kolaborasi dan inovasi untuk menciptakan link and match dengan industri, dan pemberdayaan teknologi untuk meningkatkan dan pemerataan kualitas pembelajaran, tambahnya.

Untuk sesi teknis, lokakarya dilanjutkan dengan pembuatan dan penyusunan eModul yang disampaikan oleh tim narasumber dari Direktorat Pembelajaran. Selama workshop berlangsung, peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan antusias.

Dr. Cartono, Sekretaris Pusat Pengembangan dan Peningkatan Aktifitas Instruksional (P3AI) Unpas, dalam penutupan acara mengatakan setelah lokakarya selesai para dosen diharapkan dapat menyempurnakan e-Modulnya dengan target 10 hari penyelesaian. Hal ini dapat dijadikan sebagai upaya awal untuk mendirikan program PJJ murni di Unpas tahun 2021 mendatang.

08/01/2020

HUBUNGI KAMI

Gedung D Lt 7, Jl. Jenderal Sudirman, Pintu I Senayan
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10270
Indonesia

021-57946073
021-57946072
ditjenbelmawa@ristekdikti.go.id
top
DIREKTORAT JENDERAL PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN © 2019. ALL RIGHTS RESERVED.