Ditjen Belmawa Gelar Seminar Kisah Sukses Politeknik Indonesia Menghadapi Kebutuhan Industri 4.0

Perkembangan Politeknik saat ini menjadi fokus pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia, salah satunya melalui program Polytechnic Education Development Project (PEDP).

Berjalan sejak tahun 2012, PEDP telah berhasil mengembangkan beberapa Politeknik di Indonesia. Untuk itu, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menyelenggarakan Seminar Nasional Diseminasi PEDP Success Story pada 19-21 November 2019 di Politeknik Negeri Semarang.

Seminar ini membahas beberapa agenda, yaitu keunggulan program PEDP bagi kampus, pemahaman perspektif mitra terhadap politeknik di Indonesia, serta perkembangan program-program PEDP. Selain itu, adapun pameran yang menampilkan profil dari Politeknik-politeknik di Indonesia.

Salah satu isu yang penting dibahas ialah mengenai mengenai Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat yang sudah bekerja untuk belajar di perguruan tinggi.

Pada pelaksanannya, program RPL lebih diminati untuk menjaring dosen Politeknik dari tenaga yang sudah ahli dalam industri. Hal ini penting dilakukan karena kondisi saat ini, 40% dosen dari Politeknik pertama di Indonesia yang dibangun pada 1980 akan segera memasuki masa pensiun.

RPL juga mendorong perubahan budaya pendidikan di Politeknik yang semula berbasis akademik menjadi vokasional yang membutuhkan banyak dosen yang telah profesional dalam sektor industri. Namun, kondisinya sebagian besar tenaga ahli dari industri belum memiliki gelar magister. RPL menjadi solusi untuk merekognisi profesionalitas menjadi gelar akademik sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Selain itu, di era revolusi industri 4.0 ini pemerintah Indonesia tengah mendorong perguruan tinggi untuk mengembangkan teknologi informasi, digital, dan automotisasi. Untuk mendukung pencapaian tersebut, PEDP mengembangkan Financial Technology (Fintech) di beberapa Politeknik di Indonesia, salah satunya ialah tuan rumah penyelenggara seminar, Politeknik Negeri Semarang.

Indonesia sebagai pengguna internet dan konsumen besar dunia, tentu seharusnya memiliki peluang untuk memanfaatkan Fintech ini. Politekik diharapkan mampu merespon perkembagan teknologi finansial ini dengan menghadirka kurikulum dan pengajar mumpuni, agar lulusannya terampil saat terjun di dunia industri.

Seminar ini diharapkan menjadi dialektika atas keberhasilan dan tantangan yang dihadapi oleh politeknik di Indonesia dalam mengembangkan RPL dan Fintech. Selain itu, ajang tunjuk kualitas produk dari beberapa Politeknik.

Sebagai informasi, PEDP sendiri yang berdiri 2012 berdiri atas sokongan dana dari Asian Development Bank (ADB). Tujuannya ialah untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas lulusan yang sesuai dengan kebutuhan indsutri yang menjadi fokus politeknik, misalnya industri manufaktur, agroindsutri, pertambangan, infrastruktur, serta pariwisata.

Pada tahun 2013, pemerintah Kanada melalui Department of Foreign Affairs and Trade Development (DFATD) dan Global Affairs Canada (GAC), memberikan bantuan tambahan berupa pengembangan, pelayanan konsultasi, pelatihan, pembelajaran, serta pengembangan materi pembelajaran. (HKLI/Belmawa)

21/11/2019

HUBUNGI KAMI

Gedung D Lt 7, Jl. Jenderal Sudirman, Pintu I Senayan
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10270
Indonesia

021-57946073
021-57946072
ditjenbelmawa@ristekdikti.go.id
top
DIREKTORAT JENDERAL PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN © 2019. ALL RIGHTS RESERVED.