Direktorat Pembelajaran

Tentang Direktorat Kemahasiswaan
Tugas Pokok Direktorat Pembelajaran

Direktorat Pembelajaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan standar kualitas sistem pembelajaran, fasilitasi, pengawasan dan pengendalian, serta pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pembelajaran.

Direktorat Pembelajaran menyelenggarakan fungsi:

 

  1. penyiapan perumusan kebijakan di bidang standar kualitas sistem pembelajaran pada pendidikan akademik, vokasi dan profesi, pembelajaran khusus, serta pengakuan kualifikasi;
  2. fasilitasi pembelajaran pendidikan akademik, vokasi dan profesi, pembelajaran khusus, serta pengakuan kualifikasi;
  3. pelaksanaan pengawasan dan pengendalian bidang pembelajaran pada pendidikan akademik, vokasi dan profesi, pembelajaran khusus, serta pengakuan kualifikasi;
  4. pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang pembelajaran pada pendidikan akademik, vokasi dan profesi, pembelajaran khusus, serta pengakuan kualifikasi; dan
  5. pelaksanaan administrasi Direktorat
Program Insentif Bahan Ajar dan Pedoman Pembelajaran

Program Insentif Bahan Ajar dan Pedoman Pembelajaran yang diinisiasi oleh Direktorat Pembejaran pada tahun 2016 ini dimaksudkan untuk mendorong inovasi metode pembelajaran di perguruan tinggi. Program yang mirip, yakni Program Hibah Penulisan Buku Ajar dan Program Insentif Buku Ajar sudah berlangsung sejak tahun 2000 melalui Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual (dahulu Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) dengan luaran masing- masing adalah naskah buku dan buku yang sudah terbit. Kedua program ini dimaksudkan untuk meningkatkan jumlah dan mutu buku ajar yang ditulis oleh para dosen/peneliti berdasarkan pengalaman penelitiannya. Metode pembelajaran, yang sesungguhnya adalah cara yang penting untuk menyampaikan materi dan pemahaman kepada peserta didik, belum tarsentuh pada kedua program terdahulu.

Program ini terbuka bagi dosen baik yang telah memiliki naskah berupa buku ajar maupun buku ajar yang telah terbit yang ditulis sendiri atau bersama tim. Pengalaman sebagai dosen seyogianya telah menghasilkan strategi dan inovasi pembelajaran, khususnya untuk menjelaskan konsep yang abstrak dan rumit.

Dengan demikian, program ini tidak dimaksudkan untuk membiayai penyiapan atau penerbitan naskah buku, atau baru dalam taraf uji coba cara/strategi pembelajaran, melainkan insentif bagi dosen yang sudah menggunakan bahan ajar tertentu dan cara penyampaiannya yang inovatif dan terbukti efektif.

Panduan dapat di unduh pada tautan berikut

Transfer Kredit
  • Sebagai bagian dari upaya pengembangan kompetensi dan wawasan mahasiswa yang diperoleh melalui skema mobilitas mahasiswa (student mobility) dengan beberapa Negara mitra seperti ASEAN, Korea, Taiwan, Amerika Serikat, dan
  • Merupakan proses pengakuan terhadap beban studi dan capaian pembelajaran (learning outcomes) yang telah diperoleh oleh seorang mahasiswa selama di perguruan tinggi mitra (host).
  • Melalui program transfer kredit, perguruan tinggi asal (home university) di Indonesia dapat mengenal, mempelajari berbagai sistem transfer kredit yang ada seperti European Transfer Credit System, Asian Credit Transfer System maupun UMAP Credit Transfer System yang sesuai dengan kebutuhan dan peraturan pendidikan tinggi di Indonesia.
Capaian Pembelajaran (CP)

Merupakan pernyataan mutu lulusan dari suatu program studi yang wajib memiliki rumusan capaian pembelajaran yang dapat dipertanggungjawabkan baik isi, kelengkapan deskripsi sesuai dengan ketentuan dalam Standar Nasional Dikti, serta kesetaraan level kualifikasinya dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Panduan dapat di unduh pada tautan berikut

Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)
  • Proses pengakuan atas capaian pembelajaran seseorang yang dicapai sebelumnya, baik melalui pendidikan formal, non formal, informal atau pelatihan-pelatihan terkait dengan pekerjaannya, maupun dilakukan secara otodidak, melalui pengalaman
  • Pengakuan atas capaian pembelajaran ini dimaksudkan untuk menempatkan seseorang pada jenjang kualifikasi sesuai dengan jenjang pada KKNI.

Panduan dosen dapat di unduh pada tautan berikut
Panduan perijinan RPL dapat di unduh pada tautan berikut

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
  • Pembuatan laman KKNI bertujuan untuk memberikan informasi secara komprehensif kepada seluruh masyarakat Indonesia tentang fungsi dan tujuan KKNI.
  • Diharapkan masyarakat Indonesia dapat mengetahui proses pengakuan kualifikasi atas kompetensi yang dimiliki dengan mengunduh serta mempelajari panduan-panduan yang terdapat di dalam
  • Laman KKNI memuat berbagai informasi tentang peraturan-peraturan, panduan-panduan, capaian pembelajaran, berita-berita kegiatan workshop, seminar, sosialisasi serta dokuen-dokumen yang berkaitan dengan KKNI dan lain-lain.

Laman KKNI dapat diakses pada tautan berikut

Penyetaraan Ijazah Perguruan TInggi Luar Negeri
  • Untuk menentukan diakui atau tidaknya ijazah dan gelar yang diperoleh seseorang dalam menempuh pendidikannya di LN serta kesetaraannya dengan jenjang pendidikan yang berlaku di Indonesia.
  • Penyetaraan Ijazah LN bukan merupakan suatu kewajiban melainkan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan lulusan atau persyaratan yang diminta oleh institusi tempat lulusan
  • Penyetaraan ijazah LN sangat berguna dalam pemetaan jumlah lulusan LN yang telah menyetarakan ijazahnya di Indonesia.

Layanan ini dapat diakses pada tautan berikut

Sistem Pembelajaran Daring Indonesia (SPADA)
  • Salah satu program unggulan Di Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan pemerataan akses terhadap pembelajaran yang bermutu di PerguruanTinggi.
  • Memberikan peluang bagi mahasiswa dari satu perguruan tinggi tertentu untuk dapat mengikuti suatu mata kuliah bermutu tertentu dari perguruan tinggi lain dan hasil belajarnya dapat diakui sama oleh perguruan tinggi dimana mahasiswa tersebut
  • Telah bekerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi Penyelenggara yaitu, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Bina Nusantara, AMIKOM, Universitas Pelita Harapan, Universitas Telkom, dan Sekolah Tinggi Pariwisata

Layanan ini dapat diakses pada tautan berikut

Tentang Profesi Guru
Bagian : Kasi Teknologi Pembelajaran Pendidikan Vokasi
PIC Program : Eni Susanti

Pada tahun 2005 Pemerintah mengesahkan UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD), di mana dalam pasal 1 UUGD dinyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Disamping guru harus berkualitas S1, guru harus memiliki sertifikat profesi pendidik yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Berkaitan dengan hal tersebut, PP No. 74 pasal 2 tahun 2008 tentang Guru menyatakan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Oleh karena itu, dalam rangka menjalankan amanah, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menyelenggarakan program PPG untuk mempersiapkan lulusan Kependidikan dan Non Kependidikan yang memiliki minat dan bakat menjadi guru, agar menguasai 4 kompetensi guru secara utuh dan sesuai dengan standar nasional pendidikan sehingga dapat memperoleh sertifikat pendidik professional.

Sehubungan dengan pelaksanaan program PPG, Kemenristekdikti pada bulan Agustus 2017 telah menerbitkan Permenristekdikti No. 55 tahun 2017 tentang Standar Pendidikan Guru, di mana dalam pasal 1 disebutkan bahwa PPG didefinisikan sebagai program pendidikan yang diselenggarakan setelah program sarjana atau sarjana terapan untuk mendapatkan sertifikat pendidik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan/atau pendidikan menengah.

Terdapat 2 jenis Program PPG berdasarkan kelompok sasaran, yaitu:

  1. PPG Pra Jabatan adalah program pendidikan yang dikhususkan untuk lulusan S1 Kependidikan dan S1/D IV Non Kependidikan serta lulusan SM-3T (Sarjana Mendidik Di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
  2. PPG Dalam Jabatan adalah program pendidikan yang dikhususkan untuk guru PNS dan bukan PNS dengan persyaratan tertentu yang sudah mengajar pada satuan pendidikan, baik yang diselenggarakan pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun masyarakat penyelenggara pendidikan yang sudah mempunyai perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama.

PPG juga dirancang secara sistematis dengan menerapkan prinsip mutu mulai dari seleksi, proses belajar dan penilaian, hingga uji kompetensi. Saat ini, Pendidikan Profesi Guru (PPG) diselenggarakan dalam bentuk PPG Bersubsidi dan untuk selanjutnya akan diterapkan PPG Swadana dengan biaya pribadi.

Tentang Kuliah Daring

Sejak tahun 2014 Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mengembangkan program Pembelajaran Daring Indonesia Terbuka dan Terpadu (PDITT), yang diluncurkan tanggal 15 Oktober 2014 oleh Wakil Presiden Boediono. 18 September 2016, berganti nama menjadi Sistem Pembelajaran Daring (SPADA).

Program SPADA Indonesia pada dasarnya adalah implementasi dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU No. 12  Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 109 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh pada Pendidikan Tinggi. Dimana dalam Permendikbud 109 tahun 2013, menyatakan bahwa slah satu lingkup pendidikan jarak jauh yaitu lingkup mata kuliah. Salah satu tujuan program SPADA Indonesia untuk meningkatkan pemerataan akses terhadap pembelajaran yang bermutu di Perguruan Tinggi. Dengan sistem pembelajaran daring, SPADA Indonesia memberikan peluang bagi mahasiswa dari satu perguruan tinggi tertentu untuk dapat mengikuti suatu mata kuliah bermutu tertentu dari perguruan tinggi lain dan hasil belajarnya dapat diakui sama oleh perguruan tinggi dimana mahasiswa tersebut terdaftar.

SPADA Indonesia menawarkan 3 (tiga) program yaitu:

  1. Materi Terbuka, yaitu menyediakan materi mata kuliah yang disajikan secara online dalam berbagai bentuk media agar dapat diakses oleh mahasiswa dan dosen kapan saja dan dimana saja.
  2. Mata Kuliah Terbuka, yaitu sistem pembelajaran daring satu mata kuliah utuh yang memungkinkan untuk dapat digunakan oleh dosen terkait sebagai mata kuliah daring untuk diselenggarakan dalam pembelajaran.
  3. Mata Kuliah Daring, yaitu mata kuliah dalam bentuk pembelajaran daring utuh, yang siap ditawarkan oleh salah satu PT penyelenggara kepada PT lain (PT mitra) untuk dapat diikuti oleh mahasiswa PT mitra sebagai wahana alih kredit (credit transfer) dan nilai yang diperoleh mahasiswa dari PT penyelenggara dapat di transfer (credit transfer) di PT di mana mereka terdaftar.

Sebagai inisiasi awal, SPADA Indonesia telah bekerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi Penyelenggara sebanyak 51 (lima puluh satu) perguruan tinggi. Untuk selanjutnya, SAPADA Indonesia terbuka bagi seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

Tentang Layanan Ijazah

Dengan didasari Permenristek No. 59 tahun 2017 tentang Penyetaraan Ijazah dan Konversi Nilai Indeks Prestasi Kumulatif Lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan membentuk sebuah program yaitu Penyetaraan Ijazah Luar Negeri yang merupakan salah satu bentuk pelayanan yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dalam rangka memfasilitasi keperluan pengguna yang telah dilakukan selama puluhan tahun.

Penyetaraan Ijazah Luar Negeri ini dimaksudkan untuk menentukan gelar yang telah diperoleh seseorang dalam menempuh pendidikan di luar negeri setara dengan ijazah jenjang pendidikan yang berlaku di Indonesia. Oleh karena itu, penyetaraan ini bukan sebuah kewajiban yang harus dilakukan oleh para lulusan luar negeri, kecuali disyaratkan oleh tempat kerja atau pengguna lulusan perguruan tinggi luar negeri. Sampai dengan 29 Agustus 2018, jumlah SK penyetaraan ijazah yang telah diterbitkan sebanyak 3.161 SK dengan sekitar 400 lulusan setiap bulannya yang menyetarakan.

Dalam proses penyetaraan, hal penting yang harus diperhatikan ialah sistem akademik, jumlah kredit yang diambil, masa studi, kualitas tugas akhir, dan masa tinggal di tempat dimana pendidikan tersebut ditempuh. Tahapan dari pelaksanaan penyetaraan ijazah ialah sebagai berikut:

  1. Tahap Pendaftaran
  2. Tahap Pengisian Formulir Data Online
  3. Tahap Verifikasi Data oleh Belmawa (online)
  4. Tahap Penilaian oleh Tim Penyetaraan Ijazah Luar Negeri (online)
  5. Tahap Cetak SK
Tentang Capaian Pembelajaran

Dalam KKNI, CP didefinisikan sebagai kemampuan yang diperoleh melalui internalisasi pengetahuan, sikap, keterampilan, kompetensi, dan akumulasi pengalaman kerja. CP merupakan penera (alat ukur) dari apa yang diperoleh seseorang dalam menyelesaikan proses belajar baik terstruktur maupun tidak dan sebagai rumusan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai dan harus dimiliki oleh semua program studi, juga merupakan pernyataan mutu lulusan.

Berdasarkan SN DIKTI yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 49 tahun 2014 adalah satuan standar yang meliputi Standar Nasional Pendidikan, ditambah dengan Standar Nasional Penelitian, dan Standar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat. Peraturan tersebut merupakan landasan hukum untuk merumuskan CP, terutama ketentuan yang tercantum dalam salah satu standar yakni Standar Kompetensi Lulusan (SKL).

Rumusan Capaian Pembelajaran (CP) disusun dalam 4 unsur, yaitu sikap dan tata nilai; kemampuan kerja; penguasaan pengetahuan; dan wewenang dan tanggung jawab. Secara umum, CP berfungsi sebagai berikut:

  1. Komponen kurikulum dan penera (alat ukur) kualitas lulusan
  2. Penciri spesifikasi program studi
  3. Ukuran level kualifikasi
  4. Rujukan untuk evaluasi kurikulum
  5. Rujukan untuk melakukan pengakuan kesetaraan
  6. Pembanding capaian jenjang pendidikan
  7. Kelengkapan utama deskripsi dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).
Panduan

Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi laman : http://cp.ristekdikti.go.id/

Tentang Rekognisi Pembelajaran Lampau

Dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU No. 12 tentang Pendidikan Tinggi, disebutkan bahwa Pemerintah memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi setiap individu untuk menempuh pendidikan formal, nonformal, dan informal melalui fasilitas pembelajaran sepanjang hayat serta memberikan kesempatan penyetaraan terhadap kualifikasi tertentu.

Maka dari itu, Kemenristekdikti berupaya untuk memfasilitasi keterjangkauan, kesetaraan, dan keterjaminan akses pendidikan tinggi tersebut dengan menerbitkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No. 26 Tahun 2016, Tentang Rekognisi Pembelajaran Lampau yang merupakan proses pengakuan atas Capaian Pembelajaran seseorang yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal atau pengalaman kerja ke dalam pendidikan formal, dimulai dari jenjang kualifikasi level 3 KKNI (Program D3) sampai dengan jenjang kualifikasi level 9 KKNI (Program Doktor) sebagai jenjang paling tinggi.

RPL juga bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk disetarakan dengan kualifikasi tertentu berdasarkan pada pendidikan formal, nonformal, informal atau pengalaman kerja pada bidang yang sangat khusus atau langka dan keberadaannya dibutuhkan oleh masyarakat.

Dua jenis RPL yang diatur yaitu:

  1. RPL untuk melanjutkan pendidikan formal (Tipe A)

Masyarakat dapat menggunakan RPL untuk melanjutkan pendidikan formal (tipe A) guna mengajukan permohonan pembebasan kredit (sks) atas capaian belajar atau pengalaman kerja yang telah dimilikinya, yang didapat dari pendidikan formal, nonformal, informal atau pengalaman kerja untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga yang bersangkutan tidak perlu mengambil semua sks atau mata kuliah yang disyaratkan. Setelah menyelesaikan proses pembelajaran sesuai dengan sks dan mata kuliah yang ditetapkan di perguruan tinggi, pendaftar dapat memperoleh ijazah.

  1. RPL untuk mendapatkan kesetaraan pada level KKNI tertentu (Tipe B).

RPL untuk mendapatkan pengakuan kesetaraan dengan kualifikasi tertentu sesuai dengan level KKNI (tipe B) dapat digunakan perguruan tinggi untuk melakukan asesmen kepada individu, untuk mengetahui apakah pengalaman belajar atau kerjanya selama ini telah mencapai kesetaraan antara CP yang telah diperoleh dengan kualifikasi tertentu pada level KKNI. Tipe B ini diperuntukkan untuk dosen dan profesi lain yang ada di masyarakat.

Tentang Sistem Pembelajaran Daring

Sejak tahun 2014 Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mengembangkan program Pembelajaran Daring Indonesia Terbuka dan Terpadu (PDITT), yang diluncurkan tanggal 15 Oktober 2014 oleh Wakil Presiden Boediono. 18 September 2016, berganti nama menjadi Sistem Pembelajaran Daring (SPADA).

Program SPADA Indonesia pada dasarnya adalah implementasi dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU No. 12  Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 109 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh pada Pendidikan Tinggi. Dimana dalam Permendikbud 109 tahun 2013, menyatakan bahwa slah satu lingkup pendidikan jarak jauh yaitu lingkup mata kuliah. Salah satu tujuan program SPADA Indonesia untuk meningkatkan pemerataan akses terhadap pembelajaran yang bermutu di Perguruan Tinggi. Dengan sistem pembelajaran daring, SPADA Indonesia memberikan peluang bagi mahasiswa dari satu perguruan tinggi tertentu untuk dapat mengikuti suatu mata kuliah bermutu tertentu dari perguruan tinggi lain dan hasil belajarnya dapat diakui sama oleh perguruan tinggi dimana mahasiswa tersebut terdaftar.

SPADA Indonesia menawarkan 3 (tiga) program yaitu:

  1. Materi Terbuka, yaitu menyediakan materi mata kuliah yang disajikan secara online dalam berbagai bentuk media agar dapat diakses oleh mahasiswa dan dosen kapan saja dan dimana saja.
  2. Mata Kuliah Terbuka, yaitu sistem pembelajaran daring satu mata kuliah utuh yang memungkinkan untuk dapat digunakan oleh dosen terkait sebagai mata kuliah daring untuk diselenggarakan dalam pembelajaran.
  3. Mata Kuliah Daring, yaitu mata kuliah dalam bentuk pembelajaran daring utuh, yang siap ditawarkan oleh salah satu PT penyelenggara kepada PT lain (PT mitra) untuk dapat diikuti oleh mahasiswa PT mitra sebagai wahana alih kredit (credit transfer) dan nilai yang diperoleh mahasiswa dari PT penyelenggara dapat di transfer (credit transfer) di PT di mana mereka terdaftar.

Sebagai inisiasi awal, SPADA Indonesia telah bekerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi Penyelenggara sebanyak 51 (lima puluh satu) perguruan tinggi. Untuk selanjutnya, SAPADA Indonesia terbuka bagi seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

Gedung D Lt 7, Jl. Jenderal Sudirman, Pintu I Senayan
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10270
Indonesia

021-57946073
021-57946072
ditjenbelmawa@ristekdikti.go.id
top
DIREKTORAT JENDERAL PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN © 2019. ALL RIGHTS RESERVED.