Prodi Pariwisata di Politeknik Perlu Menopang Sektor Pariwisata Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0

Hingga 2018, sektor pariwisata mencatat pertumbuhan pariwisata Indonesia sebesar 22%, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan di Asean sebesar 7% dan dunia 6,4%. Karenanya, penyiapan sumber daya manusia dalam sektor Pariwisata menjadi sangatp penting. Ditjen Belmawa melalui Polytechnic Education Development Project (PEDP) menyelenggarakan lokakarya yang bertajuk “Peningkatan Kapabilitas PUT Politeknik di Sektor Pariwisata”.

Kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 5-8 Agustus 2019 di Bali ini dihadiri oleh 12 Politeknik yang memiliki Program Studi Pariwisata di Indonesia. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) membuka langsung kegiatan. Ia mengharapkan adanya penyesuaian lulusan SDM Pariwisata berdasarkan perkembangan industri.

Ismunandar melanjutkan dalam sambutannya, saat ini Politeknik sebagai pendidikan vokasi sedang menjadi salah satu fokus pemerintah yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Adanya Pusat Unggulan Teknologi (PUT) di Politeknik diharapkan dapat menjadi sebuah uniqueness, atau nilai tambah bagi Politeknik saat ini agar ke depan pendidikan Politeknik bisa maju seperti halnya Perguruan Tinggi lainnya,” ujarnya.

Lokakarya ini menghadirkan berbagai ahli untuk memberikan pemaparan komperhensif. Hadir sebagai pembicara  Priyantono Rudito, staf ahli Menteri Pariwisata; Tjokorda Arhta AS, Wakil Gubernur Bali sekaligus ketua PHRI Bali;  Sutarum Wiryono, wakil dari Asia Development Bank (ADB); Mohamad Nurdin, wakil manajer PEDP sekaligus sebagai person in charge (PIC)  workshop PUT; dan narasumber dari Politeknik Negeri Bali, Putu Astawa  yang memberikan sharing bagaimana PUT Pariwisata dapat berkembang dan menjadi Produk Unggulan PNB saat ini.

Selain itu,  dalam kegiatan lokakarya ini hadir juga International Speaker, Mr. Jeff Howe  dari Victoria University of Wellington New Zealand yang memberikan materi mengenai Kurikulum Peningkatan dan Implementasi Pariwisata mengacu pada Standar Internasional dalam era revolusi industri 4.0.

Selama kegiatan workshop, para peserta tidak hanya dibekali dengan wacana mengenai bagaimana perkembangan dan potensi sektor pariwisata serta mengembangkan sebuah kurikulum prodi pariwisata,  tetapi peserta juga diajak meninjau langsung Desa Wisata (Green Tourism Village) produk unggulan PUT Bali yang terletak di Desa Pinge.

Peserta dapat melihat langsung bagaimana model pengelolaan desa wisata, produk unggulan di desa wisata tersebut, dan bagaimana prospek desa wisata ke depan.  Dalam kesempatan kunjungan tersebut, para peserta juga disuguhi berbagai atraksi budaya dan hidangan khas Bali dimana mereka biasa menjamu para tamu lokal dan mancanegara.

Kegiatan workshop ditutup oleh Direktur Pembelajaran, Ditjen Belmawa Kemenristekdikti sekaligus sebagai Direktur PEDP, Paristiyanti Nurwardani. Ia menyampaikan bahwa saat ini sektor pariwisata merupakan sektor yang sedang naik daun.

“Pemerintah dan jajarannya diharapkan mampu bekerjasama meningkatkan sektor Pariwisata sebagai salah satu komoditi utama meningkatkan devisa Negara,” jelasnya.

Tindak lanjut pengembangan kurikulum dan review prodi Pariwisata akan segera dituntaskan dengan mengundang tiga wakil Politeknik ke Jakarta, yaitu Politeknik Negeri Bali, Politeknik Negeri Manado, dan Politeknik Negeri Balik Papan.

Dari level kebijakan dan kerja sama, Ditjen Belmawa juga akan menjajaki kerja sama dengan pihak BNSP untuk menugaskan pendirian LSP P2 di Politeknik yang memiliki prodi Pariwisata dan mendorong peningkatan akreditasi prodi yang masih level B menjadi A.

Selain itu, dari sisi pendanaan juga sedang menjajaki berbagai kerjasama program hibah peningkatan capacity development di Politeknik yang ditawarkan oleh pihak Luar Negeri dan Lembaga Donor Lainnya.

PEDP sendiri merupakan proyek PEDP merupakan proyek pengembangan  pendidikan politeknik untuk penguatan dalam dunia iptek dan kapabilitas teknologi yang sudah berjalan selama 6 tahun (2013-2019). (MIT dan MFR/Belmawa)

19/08/2019

HUBUNGI KAMI

Gedung D Lt 7, Jl. Jenderal Sudirman, Pintu I Senayan
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10270
Indonesia

021-57946073
021-57946072
ditjenbelmawa@ristekdikti.go.id
top
DIREKTORAT JENDERAL PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN © 2019. ALL RIGHTS RESERVED.