Pelayanan publik pada Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan TIDAK DIKENAKAN BIAYA. Jika ditemukan pelanggaran, silakan hubungi : ditjenbelmawa@ristekdikti.go.id, telp: 02157946072. Maklumat Pelayanan Ditjen Belmawa.
Home » Berita

120 Tim dari 64 Perguruan Tinggi Mengikuti Kontes Robot Indonesia 2019

25/06/2019


Sebanyak 120 tim dari 64 Perguruan Tinggi mengikuti Kontes Robot Indonesia (KRI) Nasional tahun 2019. Partisipan KRI tahun ini terdiri dari 378 peserta, 291 mekanik, serta 121 Dosen pembimbing. KRI Tingkat Nasional dilaksanakan di Semarang tanggal 22-23 Juni 2019 di Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) sebagai tuan rumah.

KRI merupakan ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam bidang robotika yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Kontes Robot Indonesia ini dapat diikuti oleh tim yang terdiri dari mahasiswa pada Perguruan Tinggi yang tercatat di Kemenristekdikti.

KRI 2019 menghadirkan enam jenis kontes yang dipertandingkan, yaitu Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) Divisi Berkaki, Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Divisi Beroda, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Divisi Humanoid, dan Kontes Robot Tematik Mahasiswa Indonesia (KRTMI), sebagai divisi baru tahun ini yang diharapkan dapat memberi manfaat pada pengembangan agrikultur dan sektor lain.

Sebelum mengikuti kompetisi pada tingkat nasional, para peserta mengikuti kompetisi tingkat regional, yang terbagi menjadi 4 regional, yang diselenggarakan di Universitas Teknokrat Indonesia Bandar Lampung, Institut Teknologi Nasional Bandung, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, dan Universitas Mataram.

“Salah satu pentingnya lomba ini diselenggarakan ialah, bahwa di zaman ini kita sering mendengar istilah revolusi industri 4.0, di mana semakin banyak kehidupan kita bersama dengan robot dan komputer. Jadi, robotisasi akan semakin lebih masif lagi dengan perkembangan teknologi internet of things. Tentu, penguasaan pengetahuan dan skill dalam robot pasti jauh lebih penting.” jelas Ismunandar, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristekdikti.

Setelah bersaing ketat, masing-masing kategori lomba menghasilkan juaranya tersendiri. Institut Teknologi Sepuluh Nopember menjadi juara umum pada Kontes Robot Indonesia 2019. Dengan meraih satu medali emas, satu medali perunggu, kategori desain dan artistik terbaik, kategori desain terbaik, serta kategori strategi terbaik.

Kontes Robot ABU Roboccon Indonesia (KRAI), juara pertama diraih oleh Tim GARUDAGO dari Institut Teknologi Bandung, disusul Tim Maestro_Evo dari Universitas Negeri Yogyakarta sebagai juara kedua dan Tim RISMA dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember sebagai juara ketiga.

Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) Divisi Berkaki, juara pertama diraih oleh Tim DOME dari Universitas Muhammadiyah Malang, juara kedua diraih oleh Tim EILERO dari Politeknik Elektronika Negeri Malang, dan juara ketiga diraih oleh Tim EWS ANDROMEDA dari Universitas Diponegoro.

Pada Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), juara pertama diraih oleh Tim VI-ROSE dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, juara kedua diraih oleh Tim Lanage Jagad dari Universitas Ahmad Dahlan, dan juara ketiga diraih oleh Tim RATARO 04 dari Universitas Tadaluko.

Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Divisi Beroda, juara pertama diraih oleh Tim IRIS dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, juara kedua diraih oleh Gerhana Dewaruci dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, dan juara ketiga diraih oleh Tim ERSOW dari Politeknik Eleketronika Negeri Surabaya.

Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Divisi Humanoid, juara pertama diraih oleh Tim Barelang FC dari Politeknik Negeri Batam, juara kedua diraih oleh Tim Eros dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, dan juara ketiga diraih oleh Tim Krakatau FC dari Universitas Teknokrat Indonesia.

Sementara pada Kontes Robot Tematik Mahasiswa Indonesia (KRTMI) juara pertama diraih oleh Tim TANOKER_IR64 dari Politeknik Negeri Jember, juara kedua diraih oleh Tim Abhinaya dari Universitas Negeri Yogyakarta, dan juara ketiga diraih oleh Tim PANGGALUNG_MP dari Politeknik Negeri Ujung Pandang. (HKLI/KMS)