Pelayanan publik pada Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan TIDAK DIKENAKAN BIAYA. Jika ditemukan pelanggaran, silakan hubungi : ditjenbelmawa@ristekdikti.go.id, telp: 02157946072. Maklumat Pelayanan Ditjen Belmawa.
Home » Berita

Menristekdikti Lepas 45 Mahasiswa untuk Kunjungan Tujuh Hari ke Tiongkok

18/06/2019

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof. Mohamad Nasir, Ph.D melepas 45 orang delegasi mahasiswa Indonesia yang akan melaksanakan kunjungan ke Tiongkok selama 7 hari, 15-21 Juni 2019.  Pelepasan dilaksanakan di Ibis Hotel, Tangerang pada Jumat (14/06/2019).

Program ini terselenggara atas undangan Pemerintah Tiongkok yang disampaikan melalui Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta kepada Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dengan surat tertanggal 12 Februari 2019. Tujuannya ialah untuk memperkenalkan keindahan alam, budaya, dan teknologi Tiongkok kepada pemuda dan pemudi Indonesia.

45 mahasiswa terpilih terdiri dari 33 mahasiswa penerima Bidikmisi, serta 12 mahasiswa aktivis organisasi kemahasiswaan dari berbagai kampus di Indonesia. Peserta diharapkan mendapatkan pengalaman dan wawasan internasional agar mampu bersanding dan bersaing dengan negara lain, dan membagikan pengalaman positifnya di lingkungan kampus.

Mahasiswa akan disambut oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing dan diterima oleh Duta Besar Indonesia pada 18 Juni 2019. Selama di Tiongkok, delegasi mahasiswa dijadwalkan akan mengadakan pertemuan dan diskusi dengan civitas akademika Peking University dan Hebei Normal University.

Tak hanya mengunjungi pusat-pusat aktivitas akademik, mahasiswa pun akan mengunjungi pusat-pusat teknologi dunia yang berada di Tiongkok, antara lain Huawei Technologies Co.Ltd., Hebei Museum, International Horticultural Exhibition 2019 Beijing, Great Wall Badaling, Forbidden City, dana Summer Palace.

“Saya berharap kalian sempat mengunjungi pabrik Huawei,” ungkap Nasir. “Saya mengharapkan mahasiswa untuk lebih maju, mempunyai pemikiran yang inovatif, dan berwawasan luas. Saya yakin, adik-adik ini bisa menguasai inovasi teknologi yang tepat untuk masa depan”.

Ia pun menjelaskan mengenai misi Tiongkok yang besar. Yaitu, “Made in Tiongkok 2025”. Program ini ialah sebuah rencana strategis Tiongkok yang dikeluarkan oleh Perdana Menteri Li Keqiang pada Mei 2015. Tiongkok berniat mengalihkan produksi barang-barang murah dan berkualitas rendah karena gaji buruh yang rendah menjadi produksi produk dan jasa bernilai tinggi yang menguasai dunia.

“Keunggulan Iptek dan Inovasi mereka (negara maju), apa kelemahan kita ini harus kita pelajari. Saya ingin ke depan mahasiswa Indonesia sebagai calon pemimpin Indonesia masa depan, mampu berpikir inovatif untuk mencapai target-target 'Sustainbility Development Goals (SDGs),” ungkap Menristekdikti.

Para delegasi juga akan dikenalkan pada pengelolaan pariwisata Tiongkok dengan dijadwalkan melihat Panda sebagai binatang ikonik Tiongkok, serta mengunjungi beberapa lokasi pariwisata yang berada di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Seluruh biaya peserta kunjungan ditanggung oleh pihak pemerintah Tiongkok dan Indonesia. Pemerintah Tiongkok akan menanggung seluruh biaya selama acara tersebut yang mencakup biaya akomodasi, lokal transportasi, meals, termasuk tiket pesawat ekonomi Jakarta – Beijing pulang pergi.

Kemenristekdikti menanggung biaya transportasi lokal, dan tiket pesawat domestik pulang pergi para mahasiswa dari tempat asal mahasiswa termasuk biaya pembuatan paspor dan penginapan 1 hari sebelum keberangkatan ke Tiongkok, dan 1  hari setelah tiba kembali di Indonesia.

Direktur Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Dr. Didin Wahidin didampingi oleh staf Kemenristekdikti serta dosen Universitas Negeri Jakarta akan turut mendampingi mahasiswa selama di Tiongkok.

Acara pelepasan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan mengenai hubungan Indonesia dan Tiongkok, yang disampaikan oleh Direktur Asia Timur dan Pasifik, Kementerian Luar Negeri. Para peserta juga akan diberikan pengetahuan untuk memiliki kemampuan berprestasi di kancah Internasional, dan generasi penerus bangsa yang mencintai tanah air Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Pancasila. (HKLI/MFR)