Puncak Acara HKB di Unhas, Resmikan KKN Kebencanaan

Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2019 telah digelar di Universitas Hasanuddin. Selain memperingati HKB 2019, Universitas Hasanuddin luncurkan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kebencanaan sebagai salah satu upaya membangun masyarakat sadar bencana. Hal ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Ismuandar yang turut hadir dalam acara ini telah meresmikan program ini dan melepas 1000 mahasiswa yang tergabung dalam KKN Tematik Kebencanaan ini. Dalam acara yang digelar pada Jumat (26/04/2019) ini, Ismunandar mengatakan perlunya meningkatkan kapasitas masyarakat untuk mengurangi resiko bencana.

“Resiko bencana yang ada berbanding lurus dengan besarnya bencana tetapi berbanding terbalik dengan kapasitas yang dimiliki” ujarnya. Ia juga mengatakan harus adanya komitmen bersama untuk dapat meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi bencana.

KKN Kebencanaan ini akan dilaksanakan oleh P2KKN UNHAS yang bekerja sama dengan Puslitbang Studi Kebencanaan UNHAS yang akan digelar pada bulan Mei hingga Juni mendatang. 1000 mahasiswa Unhas telah siap diterjunkan ke Kabupaten Gowa untuk melaksanakan KKN Kebencanaan. Unhas juga telah melaksanakan Unhas-Care Model serta menjalankan SOP Emergency Situation in Unhas.

Selain itu, pada hari yang sama Kemenristekdikti melalui Direktorat Jenderal Belmawa bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengajak seluruh perguruan tinggi seluruh Indonesia untuk melakukan kegiatan kesiapsiagaan bencana sebagai bagian dari peringatan HKB 2019. Kegiatan yang dilakuka adalah apel kesiapsiagaan, simulasi bencana, dan latihan evakuasi mandiri.

Hal ini dilakukan serentak pada pukul 10.00 hingga 12.00 waktu setempat dan kegiatan yang dilakukan disesuaikan dengan urgensi kebencanaan wilayah setempat. Ismunandar berharap akan diadakan agenda untuk rutin melakukan kegiatan tersebut agar wawasan kebencanaan bisa semakin tersebar.

Perlunya mengembangkan wawasan kebencanaan disebabkan karena Indonesia memiliki wilayah-wilayah rawan bencana sesuai dengan Undang-Undang No. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana bahwa Indonesia memiliki kondisi geografis, geologis hidrologis, dan demografis yang memperbesar terjadinya bencana.

“Melalui kegiatan-kegiatan di pusat, diharapkan resiko-resiko bencana dapat disebarluaskan pada masyarakat untuk mengurangi resiko bencana” tambahnya. Ia juga berharap agar mahasiswa sebagai generasi muda Indonesia dapat ikut menyebarluaskan pengetahuan terkait siap siaga bencana ke masyarakat terdekat di sekitar tempat tinggalnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat semakin meningkatkan awareness mahasiswa agar dapat berkontribusi bagi wilayah masing-masing yang rawan bencana. “Ini menjadi bagian dari tanggung jawab bersama untuk dapat tangguh bencana sehingga resiko bencana dapat ditangani dengan tepat” tutupnya. (SGD/HKLI)

27/04/2019

HUBUNGI KAMI

Gedung D Lt 7, Jl. Jenderal Sudirman, Pintu I Senayan
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10270
Indonesia

021-57946073
021-57946072
ditjenbelmawa@ristekdikti.go.id
top
DIREKTORAT JENDERAL PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN © 2019. ALL RIGHTS RESERVED.