Home » Berita

Persiapan Pelaksanaan Seminar Internasional IQA Outcomes Based Education 2019

13/04/2019

Belmawa, Yogya -  Pada tanggal 13 April 2019 Direktorat Penjaminan Mutu, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan melakukan persiapan pelaksanaan Seminar Internasional tentang Pencapaian Rekognisi atau Akreditasi Internasional melalui Penguatan Penjaminan Mutu (Internal Quality Assurance - IQA)  yang akan menghadirkan pembicara Internasional yang kompeten di bidangnya, bertempat di Hotel Platinum Yogya.

Kasubdit. Pengembangan Sistem Mutu, Syahrul Aminullah pada laporannya menjelaskan bahwa Seminar tersebut akan diadakan di Bali dari tanggal 5-6 Agustus 2019. Seminar IQA bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam dan konfrehensif mengenai outcome-based Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), juga mendapatkan pemahaman bersama mengenai faktor yang menentukan keberhasilan implementasi SPMI dan konsekuensi dari keberhasilan  implementasi SPMI, dan merancang peran strategik SPMI untuk mendorong institusi untuk mampu mendapatkan akreditasi unggul Nasional dan  Internasional. Pada seminar tersebut rencananya Direktorat Penjaminan mutu akan menghadirkan 9 pembicara dari Perguruan Tinggi Nasional dan Internasional antara lain dari Asia dan Eropa, tentunya yang sudah berpengalaman dalam pelaksanaan Budaya Mutu di Perguruan Tinggi masing-masing.

Pada arahannya Aris Junaidi, Direktur Penjaminan mutu memberikan himbauan agar persiapan teknis mulai dari acara, pelaksanaan, serta pembicara yang akan diundang dipersiapkan dengan baik. Adapun tema Seminar IQA yang telah diputuskan oleh steering committee bersama Dirjen Belmawa akhir tahun 2018 adalah  "Higher Education 4.0 through strengthening IQA towards International Recognition", dengan sub tema Higher Education 4.0, strengthening IQA for International Recognition, dan International Recognition in higher education.

Untuk menyukseskan acara tersebut Direktorat Penjaminan Mutu mengundang tim persiapan seminar IQA yang sudah berpengalaman dalam pelaksanaan budaya mutu antara lain : BM Purwanto - UGM, Ilya Fadjar Maharika - UII, Pepen Arifin - ITB, Ni Wayan Sri Suprapti - UNUD,  Ahmad Wicaksono - UB, Helmy Yusuf - UNAIR, Leni Heliani - UGM, Hanna B. Iskandar - UI, Reza Faresyi - UNSYIAH, Fredinan - IPB, Iman Herwidiana K - Binus, Tetiana Haniastuti - UGM, Emma Hermawati - POLBAN dan dibantu oleh tim dari Kasubdit Pengembangan Sistem Mutu. (WAS/HKLI)