Home » Berita

Rebut Total Hadiah 200 Juta Rupiah, 150 Peserta Ikuti Kompetisi Hackathon 2019

10/04/2019


Sebanyak 150 peserta berpartisipasi dalam Kompetisi Hackathon 2019 dan bersaing untuk mendapatkan total hadiah 200 juta Rupiah dalam event ini. Untuk menghadapi era Revolusi Industri 4.0 yang tengah ramai dibicarakan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) berupaya tinggi untuk mencetak lulusan yang siap dengan perubahan yang tersebut.

Berkembangnya Digital Economy menjadikan hal baru yang patut dipersiapkan juga oleh Perguruan Tinggi. Implementasi dari upaya tersebut adalah dengan menggelar Fintech Hackathon Day 2019.

Acara yang digelar di Institut Teknologi Bandung ini berlangsung sejak Senin hingga Rabu (8-10/04/2019). Di tahun 2019 ini, Fintech Hackathon Day 2019 mengusung tema Training/Workshop Program Hackathon Inovasi dan Kreasi Ide Pembelajaran Financial Technology (Fintech) Perguruan Tinggi. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Ismunandar juga turut hadir dalam gelaran ini bersamaan dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).

Dalam acara ini, Ismunandar mengulas pula soal program magang yang telah dibuka berkat kerjasama antara Kemenristekdikti dengan Kementerian lain yang dapat berguna demi lulusan yang siap untuk terjun ke dunia kerja. “Pembelajaran tidak cukup hanya di ruang kelas saja. Sebanyak 6000 tempat magang telah disediakan untuk mahasiswa dari KemenPUPR” ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara ini. Ia berpesan agar kesempatan ini dapat dimanfaatkan dengan oleh pimpinan Perguruan Tinggi. Dalam praktiknya, telah disediakan 165 industri dan lebih dari 100 perusahaan yang bergerak di dunia asuransi.

Perhelatan ini didatangi oleh lebih dari 1000 peserta yang tergabung dalam tiga kegiatan, di antaranya, sebanyak 60 peserta hadir di Hackathon Dosen, 1000 peserta mendatangi Seminar atau Talkshow Fintech Hackathon 2019, dan sebanyak 150 peserta berpartisipasi dalam Kompetisi Hackathon yang seluruhnya memperebutkan dana pembinaan sejumlah 200 juta rupiah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program Bimbingan  Teknis Pengembangan Pembelajaran melalui kerjasama dengan Singapura yang pada 7 September 2017 lalu disepakati oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bersama dengan Menteri Pendidikan Singapura melalui Memorandum of Understanding (MoU) yang dalam kerja sama tersebut banyak dibahas terkait dengan e-Commerce dan Fintech.

Hal ini dinilai efektif guna meningkatkan kapasitas dosen dalam menyelenggarakan kurikulum dan pembelajaran terkait Fintech dalam kerangka pengembangan digital economy Indonesia. Selain itu juga dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran Fintech yang dapat mengembangkan daya pikir kreatif dan inovatif sehingga siap untuk terjun di praktik bisnis digital yang dapat semakin memperluas lapangan pekerjaan. (SGD/HKLI)