Kontes Robot Jadi Ajang Pembekalan Mahasiswa Indonesia Bersaing di Tingkat Internasional

Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 Regional I akhirnya dibuka pada Sabtu (6/4/2019) di Universitas Teknorat Lampung sebagai tuan rumah event ini. Acara yang akan dihelat sejak Kamis hingga Sabtu (4-6/04/2019) ini dihadiri sejumlah 62 tim yang terbagi ke lima divisi perlombaan. Event ini dibuka langsung oleh Direktur Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa), Didin Wahidin.
Dalam sambutannya, Didin turut mengapresiasi antusias yang diberikan mahasiswa yang menjadi peserta dalam kompetisi besar ini. Ia mengatakan adanya dunia robot dan artificial intelligence yang sudah dibina selam aini dapat dijadikan alat untuk melayani masyarakat dan bangsa Indonesia dengan berbagai kepentingan. “KRI memiliki nuansa pembentukan manusia yang kelak dapat membawa kemajuan bagi Indonesia” ujarnya. Ia menambahkan lewat kompetisi ini pula harus ada nuansa pembelajaran untuk membentuk manusia Indonesia yang seutuhnya.
Ia menyebutkan terdapat empat aspek yang dapat dikategorikan sebagai ciri-ciri manusia Indonesia yang utuh, di antaranya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang mumpuni, membentuk manusia berkarakter Indonesia, cinta tanah air, dan sadar bahwa saat ini sedang menapaki masa bersaing dengan warga dari belahan bumi lain. “Kelak, manusia Indonesia yang utuh dapat membawa Indonesia ke gerbang kesejahteraan yang dikenal dengan masyarakat yang adil dan makmur” tambahnya.
Didin juga mengatakan perlunya mahasiswa untuk memiliki keterampilan yang dapat melengkapi kemampuannya. Ia berpesan pada Perguruan Tinggi agar senantiasa membekali mahasiswa dengan kemampuan yang di kemudian hari dapat semakin memberikan daya saing yang besar. “Penanaman pola berpikir kritis, keterampilan berpikir kreatif, dan kemampuan bekerja sama serta kemampuan berkomunikasi yang baik” ungkapnya.
Ia berpesan kepada peserta KRI 2019 Regional I agar menjadikan kompetisi ini sebagai waktu untuk belajar. “Kalah atau menang bukan menjadi masalah, tetapi pembelajaran selam akompetisi berlangsung dapat dijadikan bekal untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat” ujarnya. Ia menambahkan KRI 2019 yang berjenjang hingga ke level internasional yang dalam artian mengirim mahasiswa – mahasiswa tersebut bertujuan untuk menambah bobot kebanggan bangsa Indonesia sehingga dapat bersanding dan bersaing di era globalisasi.
KRI 2019 Regional I diikuti oleh 62 tim dari berbagai Perguruan Tinggi LLDIKTI II yang terbagi dalam lima divisi perlombaan, yakni Kontes Robot ABU Robocon Indonesia (KRAI) yang diikuti sebanyak 9 tim, Kontes Robot Pemadam Api Indonesia – Berkaki (KRPAI Berkaki) yang diikuti18 tim, Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) yang diikuti oleh 12 tim, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia – Beroda (KRSBI – Beroda) yang diikuti sebanyak 17 tim, dan Kontes Robot Sepak Bola Indonesia – Hummanoid (KRSBI Hummanoid) dengan jumlah 6 tim. (SGD/HKLI)

06/04/2019

HUBUNGI KAMI

Gedung D Lt 7, Jl. Jenderal Sudirman, Pintu I Senayan
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10270
Indonesia

021-57946073
021-57946072
ditjenbelmawa@ristekdikti.go.id
top
DIREKTORAT JENDERAL PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN © 2019. ALL RIGHTS RESERVED.