Home » Berita

Kemenristekdikti Beri Kesempatan Anak di Luar Negeri Daftar SNMPTN

22/03/2019

Hasil Seleksi Nasional Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) baru saja diumumkan pada Jumat (22/03/2019). Sebanyak 92.331 siswa dari total pendaftar sebanyak 478.608 siswa telah diterima oleh 85 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia.  Sebanyak 31 siswa yang berada di luar negeri pun juga ada di dalamnya.

Setelah 1 bulan sejak dibukanya pendaftaran SNMPTN, akhirnya salah satu seleksi masuk Perguruan Tinggi ini menemukan hasilnya. Pada tahun 2019, 92.331 siswa atau setara dengan 19,29% yang diterima di PTN ini mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan tahun 2018. “Pendaftar juga berasal dari SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah” ujar Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir saat mengahdiri acara Konferensi Pers Pengumuman SNMPTN di Gedung Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Dalam kesempatan ini pula, Menteri Nasir mengatakan memberikan kesempatan juga terhadap masyarakat di luar negeri yang berprofesi sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI). “Anak-anak yang berada di luar negeri karena orang tuanya berprofesi sebagai TKI juga kami dorong agar bisa mendapatkan pendidikan yang lebih baik” ujarnya. Dalam hal ini, sebanyak 80 peserta adalah WNI yang tinggal di luar negeri dan 31 di dalamnya telah diterima di PTN yang telah dipilih.

Dari total banyaknya siswa yang diterima, 26.217 siswa di antaranya adalah penerima bantuan dana pendidikan Bidikmisi. “Kami sudah ajukan ke Presiden agar ke depannya dapat mengeluarkan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah)” ujarnya. Hal ini dinilai dapat turut membantu kewajiban dari Kemenristekdikti kepada PTN di Indonesia agar dapat menerima mahasiswa dari keluarga tidak mampu sebanyak 20% dengan rincian 10% dari pemerintah, 10% lainnya dibebankan pada PTN yang bersangkutan. “Diharapkan dengan itu dapat membantu untuk mengcover yang 10%” tambahnya.

Mutu Perguruan Tinggi di Indonesia semakin membaik. Pasalnya, sebaran universitas dengan akreditasi A sudah meningkat. “Kalau dulu universitas dengan akreditasi A hanya ada di Pulau Jawa, saat ini sudah semakin baik. Di Sulawesi sudah ada, begitupun juga di Sumatera” katanya. Ia berharap sebaran universitas dengan akreditasi A dapat semakin banyak, seperti di wilayah Timur.

Untuk pendidikan yang lebih merata, Menteri Nasir menghimbau agar masyarakat yang sudah mendapatkan kursi di SNMPTN tidak lagi mendaftar di seleksi berikutnya yaitu SBMPTN dan UMPTN. Ia juga berpesan bagi masyarakat Indonesia yang belum berhasil di SNMPTN masih ada dua kesempatan lagi yaitu di SBMPTN dan UMPTN. “Jangan khawatir karena jika belum berhasil di ketiganya, masih banyak Perguruan Tinggi yang baik. Mendaftarlah di Perguruan  Tinggi yang terdaftar aktif di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT)” ujarnya.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa), Ismunandar pun mengatakan Perguruan Tinggi Swasta saat ini sudah memiliki efisiensi yang baik dan kompetitif. “Pembinaan PTS selalu kami lakukan. “Program-program kami banyak yang tidak membedakan antara PTN dan PTS agar mutu pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik” ujarnya saat ditemui di tempat yang sama seusai acara. Di samping itu, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan  Kemahasiswaan (Ditjen  Belmawa) pun turut membina akreditasi pada PTS. “Penjaminan mutu untuk Program Studi (Prodi) juga kerap dilakukan agar dapat menjamin mutu di dalamnya” tambahnya. (SGD/HKLI)