Home » Berita

Dirjen Belmawa: SMM PTN-Barat Dukung Target AKP 50%

22/03/2019

Untuk ketiga kalinya, Seleksi Masuk Mandiri Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Wilayah Barat (SMM PTN-Barat) diselenggarakan lagi di tahun 2019. Kali ini, sebanyak 15 Perguruan Tinggi Negeri bergabung di dalam sistem SMM PTN-Barat 2019.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa), Ismunandar yang turut hadir dalam gelaran Peluncuruan Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri SMM PTN-Barat 2019 mengatakan mendukung terselenggarakannya SMM PTN-Barat di tahun 2019. “Ini sangat efisien karena artinya akan diselenggarakan bersama sehingga setiap PTN tidak perlu menyeleggarakannya masing-masing” ujarnya di acara yang digelar pada Kamis (21/03/2019) di Hotel Century Senayan yang sekaligus meresmikan adanya agenda ini. Adanya keadilan akses sebagai prinsip dari penyelenggaraan penerimaan mahasiswa baru dinilai harus disikapi dengan baik.

Program ini juga dapat mendukung target pendidikan Kemenristekdikti bahwa dalam jangka waktu lima tahun ke depan AKP akan ditargetkan berada di angka 50%, mengingat berbeda dengan SBMPTN yang memiliki batas 3 tahun, SMM PTN-Barat 2019 memberikan kesempatan hingga 5 tahun dari segi ijazah dan tidak berpatokan dengan usia walaupun tidak di semua PTN yang tergabung di dalam sistem ini. Ismunandar berharap agar adanya keberlanjutan dalam SMM PTN-Barat serta dapat mengajak Politeknik untuk dapat melaksanakan kegiatan serupa.

Selain itu, Ismunandar juga berpesan agar pelayanan dapat dievaluasi dan diperbaiki. “Belajar dari yang sudah terjadi di SNMPTN atau SBMPTN bahwa calon mahasiswa disabilitas dapat juga terlayani dengan baik” imbuhnya. Terkait pelayanan Ismunandar mengatakan harus ada inovasi dalam hal pelayanan agar dapat terwujud pelayanan yang baik.

Terselenggaranya SMM PTN-Barat 2019 merupakan fasilitas untuk penerimaan mahasiswa baru yang dapat diakses oleh peserta dari seluruh Indonesia. Program yang sudah eksis sejak 2 tahun yang lalu ini, pada 2018 berhasil menjangkau 30.576 calon pendaftar yang artinya antusiasme akan seleksi ini besar. Disamping itu, tidak ada batasan pada pemilihan fakultas. Pada tahun yang sama, sejumlah 12.765 pendaftar diterima. Hal ini sejalan dengan kuota dari masing-masing Perguruan Tinggi adalah 30%.

Seleksi ini juga tidak ada pembeda dengan seleksi penerimaan mahasiswa baru pada umunya, layaknya SNMPTN, SBMPTN, maupun UMPTN yang digelar oleh masing-masing PTN bahwa setelah lolos peserta didik tetap dapat mendapatkan bantuan dana pendidikan seperti Bidikmisi atau beasiswa lainnya. (SGD/HKLI)