Home » Berita

Dirjen Belmawa Harap 50% Kurikulum Vokasi Berbasis Industri

19/03/2019

Pengembangan pendidikan vokasi untuk persiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu bersaing di dunia kerja saat ini sedang digalakkan. Adanya industri turut dapat membantu pengembangan ini.

“Untuk menunjang pendidikan vokasi, kurikulum diharapkan dapat berbasis industri hingga 50%” ujar Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa), Ismunandar. Hal itu ia sampaikan dalam sidang gabungan Majelis Senat Akademik (MSA) II Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) pada Senin hingga Selasa (18-19/03/2019). Dalam sidang gabungan yang diselenggarakn di Universitas Airlangga (UNAIR) ini, Ismunandar juga memaparkan permasalahan yang kerap dikeluhkan terhadap pendidikan vokasi di Indonesia.

Pengembangan pendidikan vokasi ini digalakkan guna menunjang target pendidikan bahwa pada tahun 2024 terdapat peningkatan kualitas dalam hal SDM. Ia berpesan agar PTN-BH dapat memecahkan persoalan di pendidikan vokasi serta dapat memberikan inovasi dalam meningkatkan SDM. Ismunandar juga berharap ke depannya pendidikan vokasi dapat dipisahkan dari PTNBH. Hal ini dinilai dapat lebih memfokuskan pendidikan vokasi untuk dapat mengatur kurikulum dan kelembagaannya sendiri.

Sidang ini dihadiri pula oleh Ketua MSA PTN-BH, Priyo Suprobo yang sekaligus meresmikan dibukanya acara ini. Dengan topik “Pengelolaan Pendidikan Vokasi dalam Pengembangan Kurikulum dan Pelaksanaan Multi-Entry Multi Exit”  Priyo berharap dapat menuntaskan permasalahan yang ada di sekitar PTN-BH. Ia menambahkan akan adanya pengalihan anggaran infrastruktur ke pengembangan pendidikan vokasi. Hal ini dilakukan untuk sekaligus membantu PTN-BH dalam mengelola pendidikan vokasi.

Melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) telah dilakukan kegiatan-kegiatan yang menunjang hal ini, seperti digelarnya Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tinggi Vokasi 2018 di Bali. Hal ini berguna untuk meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Tinggi yang bertarget dapat mencetak lulusan yang dapat bersaing di dunia kerja. (SGD/HKLI)