Home » Berita

Tambah Program Studi, Kemenristekdikti Siapkan SDM untuk Kereta Api

18/03/2019

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir bersama dengan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) akan kembangkan rumpun ilmu di Perguruan  Tinggi untuk bidang transportasi.

Hal ini disampaikan Menteri Nasir saat dilakukan uji coba publik proyek Mass Rapid Transit (MRT) pada Sabtu (16/03/2019). Didampingi Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa), Ismunandar, ia sampaikan akan semakin mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang ini. “Kami sudah bekerja sama dengan PT. Inka dan PT. KAI akan kami bangun Politeknik yang berkaitan dengan transportasi kereta api karena mulai dari engineering hingga service juga perlu dibangun” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa menghadapi rencana diadakannya Kereta Api Cepat rute Jakarta-Surabaya, Kemenristekdikti akan siapkan SDMnya dengan baik lewat pendidikan di Perguruan Tinggi. “Jangan sampai sudah  punya keretanya, tetapi ketika ada masalah tidak bisa memperbaiki” tuturnya.

Melihat akan dibangunnya Kereta Api Cepat rute Jakarta – Surabaya, maka akan ada kerja sama dengan beberapa negara yang terlibat. “Kalau dari kereta sudah bekerja sama dengan Jepang, maka akan kita adakan kerja sama juga dengan negara terkait agar ada keberlanjutan di dalamnya” imbuhnya saat ditemui di Stasiun Lebak Bulus.

Terkait program studi yang sudah tersedia di Politeknik di Madiun dan Banyuwangi Kemenristekdikti akan kembangkan guna menunjang SDM berkualitas. “Masih akan ada lagi penambahan program studi yang bekerja sama dengan PT. Inka dan PT. KAI” katanya. Ia mengatakan SDM di bidang teknik akan dididik di Madiun maupun Banyuwangi.

Saat ini, Banyuwangi dan Madiun sudah memiliki Politeknik masing-masing dan mempelajari ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan industri transportasi kereta api. “Di Madiun sudah ada program studi gerbong, sinyal, dan pemeliharaan semua hal yang berkaitan dengan kereta api” tambahnya. Menristekdikti juga sudah berkomunikasi dengan Menteri BUMN terkait dengan penambahan program studi untuk bidang kereta api. “Dosen yang akan bergabung akan berasal dari PT. Inka, PT. KAI, Kemenristekdikti, dan MRT juga dapat membantu” ujarnya

Pada kesempatan yang sama, Menteri Nasir juga turut berbangga dengan telah terselesaikannya MRT Jakarta. “Semoga dengan adanya MRT Jakarta masyarakat khususnya Jakarta bisa beralih transportasi yang digunakan, dari transportasi pribadi ke transportasi umum agar tidak ada lagi kemacetan yang harus dihadapi masyarakat” katanya. Budaya disiplin pun turut menjadi poin yang disebutkan pada dampak dari kehadiran MRT Jakarta. “Ini adalah transportasi umum diharapkan bisa meningkatkan toleransi masyarakat. Bisa saling menghargai antar sesama pengguna” ujarnya. Ia pun berpesan agar saling menjaga moda transportasi ini karena transportasi ini adalah milik bersama. (SGD/HKLI)