Home » Berita

Direktorat Pembelajaran Kemenristekdikti Gelar Pelatihan KKNI untuk 182 Akademisi

12/03/2019
Bogor, 12 Maret 2019. Pelatihan Pembelajaran Berorientasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) oleh Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti digelar sejak pukul 08.00 WIB di Universitas Pakuan, Bogor. Sebanyak 182 peserta dosen yang mengajar di berbagai fakultas di Universitas Pakuan telah hadir mengikuti acara yang bertujuan agar para akademisi tsb dapat semakin memahami konsep KKNI.
Hadir mewakili Direktur Pembelajaran Kepala Subdirektorat Pendidikan Akademik, Sirin Wahyu Nugroho menyampaikan bahwa dengan adanya KKNI seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta diharapkan dapat meraih predikat terakadreditasi A  bahkan memiliki standarisasi internasional. “Dengan adanya pelatihan ini diharapkan lulusan dari perguruan tinggi tersebut dapat dengan mudah diterima di semua lini user, industri, dan stakeholder” ujarnya. Hal ini sesuai dengan visi dan misi Kemenristekdikti yang terus berupaya untuk meningkatkan mutu Perguruan Tinggi, meningkatkan relevansi dan akses, serta meningkatkan relevansi dari Perguruan Tinggi.
 “Saat ini, mahasiswa harus bisa memiliki keunggulan selama menjalani masa perkuliahan. Unggulnya Sumber Daya Manusia (SDM) ke depannya harus bisa ditemukan dan diasah semasa kuliah, bukan sesaat setelah lulus dari bangku perkuliahan hingga setelah lulus, mahasiswa bisa menjadi human capital” tambahnya.
Selain soal pembelajaran, pembentukan ekosistem di Perguruan Tinggi juga menjadi hal yang penting. “Mahasiswa bisa menjadikan tempat belajarnya di kampus menjadi rumah keduanya. Dapat berinteraksi dengan teman-temannya, dengan dosennya, dengan siapapun dengan enjoy’ ujarnya. Ia menambahkan jika mahasiswa dapat merasa nyaman dengan ekosistem Perguruan Tingginya, bahkan bisa membuat komunitas-komunitas di dalam kampus dengan mengembangkan ilmu pengetahuan yang didapatkan selama perkuliahan berlangsung. “Jika mahasiswa nyaman dengan Perguruan  Tingginya, artinya ekosistem terbentuk dengan sehat”.
Sirin juga mengatakan tentang pentingnya menjalin interaksi dengan industri. Hal ini dinilai sebagai antisipasi Perguruan Tinggi agar tidak teringgal oleh zaman serta untuk mempersiapkan lulusan agar dapat beradaptasi dengan lebih mudah. “Untuk mendukung Perguruan Tinggi agar dapat semakin baik lagi, akan diberlakukan general education” katanya.
Para peserta yang berasal dari Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, FKIP, Fakultas Ilmu Sosila dan Ilmu Budaya, Fakultas MIPA, Fakultas Teknik, D3, dan Pascasarjana juga hadir mengikuti program pelatihan ini yang dipandu oleh Edy Cahyono dan Eko  Handoyo yang berasal dari Universitas Negeri Semarang. Dalam kesempatan ini hadir Rektor Universitas Pakuan, Bibin Rubini yang mengatakan bahwa kurikulum yang berkembang seturut dengan perkembangan jaman harus bisa diwujudkan bersama untuk mencetak SDM yang berkualitas. “ SDM yang dimiliki Indonesia tidak hanya sebatas memiliki kecerdasan intelegensi dan keterampilan semata, namun juga harus meningkatkan dari segi karakter, kepribadian, dan kepekaan sosial” ujarnya (SGD/HKLI)