Home » Berita

Dirjen Belmawa: “Jiwa Nasionalisme Progresif Harus Dimiliki Mahasiswa”

11/03/2019

“Semoga dalam Pemilihan Umum (Pemilu) yang untuk pertama kalinya akan digelar bersamaan dengan Pemilhan Legislatif (Pileg) kita semua dapat bersama-sama mensukseskan dan mengawal jalannya pesta rakyat tersebut” harap Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) saat membuka Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) 2019 Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam (BEM PTAI), pada Sabtu (09/03/2019) di Jakarta.

 

Menurut Ismunandar, kegiatan Muspimnas BEM PTAI mencerminkan adanya kesadaran dan kontribusi besar anak muda, terutama mahasiswa, dalam pesta demokrasi yang sebentar lagi akan dihelat. Ia mengapresiasi tema Muspimnas yang diangkat, “Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Menyambut pesta Demokrasi 2019 yang Aman dan Damai”.

 

Selain itu, Ismunandar mengingatkan untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “Peri kemanusiaan menjadi bagian yang penting dari jalannya demokrasi”. Bagi Ismunandar, semua manusia memiliki hak yang sama untuk bersuara.

 

Setelah mampu menjaga keutuhan bangsa dan negara, Guru Besar ITB itu berharap kontribusi setiap warga negara bisa lebih hadir. “Ke depannya yang perlu dimiliki adalah jiwa nasionalisme progresif di mana sesudah bersatu, lalu memiliki kontribusi yang nyata bagi negara”.

 

Salah satu usaha pemerintah untuk mendorong lahirnya nasionalisme progresif ialah dengan penyelenggaraan pendidikan tinggi. Terdapat 4.713 Perguruan Tinggi (PT) dengan jumlah mahasiswa sekitar 6.000.000, Ismunandar percaya akan ada potensi-potensi baru yang terus tergali dan memberikan kontribusi nyata bagi negara.

 

Hal itu berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang semakin terampil dan andal. “Saat ini, pemerintah sedang berupaya akan meningkatkan lagi usia kuliah untuk bisa menikmati pendidikan tinggi dari 34% menjadi 50% dalam jangka waktu lima tahun ke depan” tuturnya.

 

Selain menargetkan peingkatkan angka partisipasi kasar, pemerintah terus mendorong perkembangan teknologi pendidikan tinggi. “Teknologi saat ini sudah maju. Ada sistem online yang dapat semakin memudahkan proses belajar mengajar. Tidak terbatas ruang, juga jumlah dosen. One professor thousand students juga dapat berlaku di dalamnya” tambahnya.

 

Ia berharap dalam musyawarah tersebut mahasiswa dapat menyumbangkan ide dan gagasan untuk pemerintah agar dapat semakin mendukung pembangunan, baik infrastruktur fisik maupun SDM.

 

“Jangka pendek adalah mensukseskan jalannya pesta demokrasi mendatang, untuk jangka panjang diharapkan dapat berkontribusi untuk membangun bangsa dan berprestasi dalam bidang apapun yang disenangi agar bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang terhormat di kalangan bangsa-bangsa lainnya” tutupnya.

 

Muspimnas BEM PTAI ini sendiri rencananya akan diselenggarakan hingga Senin (11/03/2019). Turut hadir dalam pembukaan acara Staf Kepresidenan bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi, Roysepta Abimanyu. (SGD/HKLI)