Home » beasiswa

Dirjen Belmawa: “Mahasiswa Sebagai Calon Pemimpin Era 4.0 Fokus pada Literasi Data, Teknologi dan Kemanusiaan”

06/03/2019

JAKARTA – Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Prof. Ismunandar Ph.D menghadiri acara yang diadakan oleh Tanoto Foundation di kantor Kementrian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada Selasa (5/3/2019). Hadir pada acara tersebut adalah Mentri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan CEO Tanoto Foundation Satrio Tanuidjoyo.

 

Tanoto Foundation memberikan beasiswa kepada mahasiswa dari kampus Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Universitas Gadjah Mada, Universitas Riau, Universitas Andalas, Universitas Brawijaya, dan Universitas Diponegoro. Beasiswa tersebut diberikan sebanyak 150 dari 7000 peserta beasiswa dari seluruh kampus tersebut.

 

Direktur Jenderal BELMAWA mengatakan bahwa pentingnya anak muda kita sekarang untuk mempunyai jiwa kepemimpinan. Karena di masa depan nanti, akan banyak pekerjaan yang digantikan oleh mesin. Seperti di masa industri 4.0 ini dimana banyak pekerjaan manusia digantikan oleh mesin. “karena itu, RISTEKDIKTI selalu mengarahkan kepada perguruan tinggi untuk fokus pada 3 hal. Yaitu Literasi Data, Literasi Teknologi, dan Literasi Kemanusiaan”.

 

Para lulusan tersebut diharapkan dapat membuka lapangan kerja, skill baru, dan berjiwa enterpreunership yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Direktur Jenderal BELMAWA sangat mendukung dan mengapresiasi Tanoto Foundation yang telah memberikan beasiswa kepada 150 mahasiswa dari 9 Universitas tersebut. “malah saya harap Tanoto Foundation dapat melebihkan kapasitas penerima beasiswa tersebut. Namun sesuaikan dengan kemampuan. Juga Tanoto Foundation memberikan latihan kepemimpinan maka (mahasiswa) gunakan dengan baik.” Ucap Direktur Jenderal Belmawa. Ini dikarenakan BELMAWA Ristekdikti mempunyai cita-cita bahwa tidak boleh ada mahasiswa yang putus sekolah karena masalah perekonomian. Sehingga bila ada mahasiswa yang berpotensi di bidang akademik, dan pereknomiannya kurang maka sudah tugas dari pemerintah bersama BELMAWA Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk menyekolahkan calon mahasiswa tersebut. “Ya kalau orang tua mampu membiayai ya biaya orang tua. Namun kalau tidak ya tugas kita semua. Kami akan terus meningkatkan (beasiswa tersebut). Janji Presiden kalau pemerintahan berlanjut ada kartu Indonesia pintar untuk mahasiswa. Jadi ibarat bidikmisi namun lebih besar. Usaha-usaha itu bisa kita teruskan.” Kata Prof. Ismunandar Ph.d (DAF/HKLI).