Home » Berita

Pendidikan Vokasi E-Logistic Penting untuk Perkembangan E- Commerce di Indonesia

05/03/2019

Perkembangan pesat e-commerce di Indonesia membutuhkan sokongan kualitas rantai pasok yang baik. Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) melalui Direktorat Pembelajaran, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) turut andil meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan kemampuan manajerial logistik andal. Salah satunya melalui kegiatan Workshop Curriculum Transformation to Enable Logistics for E-commerce yang dilaksanakan 3-9 Maret 2019 di Bandung.

Lokakarya ini dikelola oleh Politeknik Negeri Bandung, diikuti oleh 37 peserta dari perwakilan Kemenristekdikti dan perguruan tinggi politeknik seluruh Indonesia, di antaranya: Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Politeknik Negeri Samarinda, dan Politeknik Negeri Batam.

Direktorat Pembelajaran Ditjen Belmawa melihat bahwa e-logistic merupakan subjek yang penting dikembangkan dalam pendidikan tinggi vokasi. Melalui pelatihan ini diharapkan akan ada pengembangan kurikulum di Politeknik. Bahkan tak menutup kemungkinan untuk pendirian program studi baru yang berbasis pada e-logistic dan e-commerce. Sehingga nantinya akan memperkuat sistem e-commerce dan e-logistic di Indonesia.

Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi hasil kunjungan Presiden Joko Widodo ke Singapura. Hasilnya ditindaklanjuti melalui Memorandum of Understanding (MoU) di Singapura antara Menristekdikti Indonesia dan Menteri Pendidikan Singapura pada tanggal 7 September 2017 tentang kerja sama pengembangan pendidikan tinggi vokasi dalam bidang e-commerce.

Jason Tey, perwakilan dari Republic Polytechnic, Singapura, meyambut baik itikad pemerintah dua negara dan sangat berbangga atas penyelenggaraan pelatihan tahap ke lima ini. “Anak-anak muda Indonesia sangat membutuhkan ini karena perkembangan start-up seperti Bukalapak, Go-jek, itu atmosfir e-commerce yang baik. Namun, tantangannya mesti diperhatikan, misalnya adanya 17.000 pulau. Logistik menjadi penting untuk mendukung perkembangan e-commerce tersebut,” terangnya.

Acara ini kemudian dibuka oleh Direktur Politeknik Negeri Bandung, Dr. Ir. Rachmad Imbang Tritjahjono, M.T. Dalam sambutannya ia memaparkan bahwa salah satu tantangan Indonesia sebagai bangsa yang besar secara demografis dan geografis adalah persoalan rantai pasok (supply chain).

“Kita ingat beberapa tahun lalu kita pernah mengalami krisis beras, persoalannya adalah bagaimana kita harus mampu memasok pada saat yang tepat. Jangan sampai, ketika kita mengirim ke suatu daerah ternyata daerah lain justru lebih membutuhkan,” jelasnya.

Dalam sambutannya ia pun menerangkan bahwa penguasaan e-logistic dan e-commerce penting untuk kewirausahaan mahasiswa sebagai generasi mendatang. “Entrepreneur  menjadi hal yang sangat penting. Itu bisa memindahkan pergerakan ekonomi yang berada di kalangan atas menjadi bergerak ke bawah. Itu bukan menjadi hal yang mudah. Namun mesti kita kerjakan, karena ketika ekonomi berada di bawah kontrol beberapa titik saja, itu menjadi hal yang kurang bagus. Supply chain pun akan menjadi kekuatan untuk ekspansi bisnis produk Indonesia,” pungkasnya yang dilanjutkan dengan peresmian loka karya.

Berdasarkan kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dan Singapura, kegiatan lokakarya ini dilaksanakan guna mencapai tiga tujuan, yaitu meningkatkan kapasitas manajemen rantai pasok para dosen dalam merancang kurikulum bidang e-commerce/e-logistic dan menerapkannya dalam pembelajarannya bagi mahasiswa; mengembangkan rancangan kegiatan belajar yang berfokus pada transformasi kurukulum dari kurikulum tradisional ke kurikulum pembelajaran aktif dalam program manajemen logistic rantai pasok; serta Merancang penerapan ditempat kerja dan program pendampingan untuk membantu peserta didik agar mampu mengembangkan keterampilan secara mendalam dalam menjalankan bidang pekerjaan logistik rantai pasok. (MFR/HKLI)