Home » Direktorat Kemahasiswaan

Munas BAPOMI Dukung Prestasi Mahasiswa Hingga Tingkat Internasional

01/03/2019

JAKARTA - Belmawa. Organisasi Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) terkait Program Kerja bersama Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti. Musyawarah ini berlangsung selama dua hari pada tanggal 1-2 Maret 2019 di Hotel Santika Slipi, Jakarta.

Acara ini dihadiri oleh Direktur Kemahasiswaan Belmawa, Didin Wahidin,  wakil I Ketua Bidang Pendidikan dan Penataran KONI Pusat, Irfan Bachtiar,  serta 90 Peserta undangan yang terdiri dari perwakilan BAPOMI Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia. Musyawarah ini membahas tentang “Organisasi, kepengurusan, dan program kerja BAPOMI, serta rekomendasi arah kebijakan dan model pembinaan olahraga prestasi bagi Mahasiswa di Perguruan Tinggi untuk mendukung peningkatan prestasi nasional dan Internasional” dan akan ditutup dengan pengesahan Peraturan POMNAS XVI 2019.

Direktur Didin Wahidin juga selaku  Sekjen BAPOMI menjelaskan bahwa "olahraga tidak hanya memberikan manfaat secara kesehatan fisik tetapi juga dapat membangun karakter unggul mahasiswa yang diharapkan nantinya dapat memberikan warna pada mahasiswa. Dapat dilihat saat Asian Games berlangsung, di dalamnya terdapat atlet-atlet mahasiswa yang turut menyumbangkan medali-medali yang membuat bangsa Indonesia bangga dan menjadi semakin terhormat di dunia olahraga kancah Internasional", ujarnya.

Dari acara tersebut, terdapat beberapa rekomendasi dalam musyawarah nasional tersebut. Meliputi,

  1. Perguruan Tinggi wajib mengalokasikan kuota dan jalur penerimaan mahasiswa baru bagi pelajar yang meraih prestasi olahraga di event
  2. Pemberian penghargaan bagi atlet berprestasi pada kejuaraan/liga mahasiswa nasional dan internasional dalam bentuk beasiswa/bentuk penghargaan lainya
  3. Perlu dibuatkan regulasi yang mengatur masa studi dengan modus pembelajaran non konvensional bagi atlet-atlet yang mengikuti program Pemusatan Latihan Nasional (PELATNAS) secara kontinu dan sepanjang tahun
  4. Cabang Olahraga yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) mengacu kepada cabang olahraga Olimpiade, cabang olahraga wajib Universiade, cabang olahraga yang dipertandingkan ASEAN University Games dan cabang olahraga asli Indonesia
  5. Perlu diselenggarakan Pekan Olahraga Mahasiswa Paralimpik Nasional (POMPARNAS) khusus bagi mahasiswa difable
  6. Penyelenggaraan kejuaraan/liga mahasiswa tingkat nasional rutin setiap tahun
  7. Kalender akademik Perguruan Tinggi seluruh Indonesia yang seragam
  8. Program Pusat Pembinaan dan Latihan Mahasiswa (PPLM) perlu dikembangkan jumlah atlet dan jenis cabang olahraganya
  9. Pusat Pembinaan dan Latihan Mahasiswa (PPLM) cabang olahraga yang berorientasi dalam rangka mempersiapkan atlet-atlet mahasiswa mengikuti Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional, ASEAN University Games dan Universiade
  10. Kemenristekdikti perlu memfasilitasi perguruan tinggi untuk mengembangkan program studi dengan bidang kekhususan yang dibutuhkan untuk pengembangan olahraga
  11. Pembinaan prestasi olahraga merupakan pembinaan yang sifatnya berjenjang dan berkelanjutan
  12. Pertemuan Kemenristekdikti, Kemendikbud, Kemenpora, KONI Pusat dan berbagai pihak pemangku kepentingan olahraga sebagai Forum Komunikasi dapat dilakukan secara rutin dan kontinu dalam rangka pembahasan, sinkronisasi dan sinergitas program pembinaan olahraga ditingkat pelajar dan mahasiswa.

Direktur Didin berharap agar Perguruan Tinggi dapat terlibat bersama melakukan pembinaan atlet berprestasi sehingga dapat memberikan kontribusi bagi Indonesia dalam mencetak atlet-atlet handal. Semangat Kemenristekdikti dalam mendukung kesejahteraan dalam hal pendidikan bagi atlet berprestasi akan semakin terasa dengan akan direncanakannya 400 beasiswa di tahun 2019 yang akan diberikan di 10 Perguruan Tinggi. “Kami akan berusaha mengoptimalkan rancangan tersebut agar dapat terbentuk atlet-atlet yang berkualitas secara prestasi dan terjamin masa depannya” ucapnya. (DAF/editor:HKLI)