Home » Berita

Dirjen Belmawa Beri Kuliah Umum di Universitas Andalas

18/02/2019

“Jangan malu terhadap masa lalu, yang penting masa depan kita dapat membahagian keluarga, dan negara”.

Pesan itu disampaikan Prof. Ismunandar, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dalam kuliah umum mahasiswa Bidikmisi di Convention Hall Universitas Andalas (Unand), Padang, pada Jumat (15/02/2018).

Sebagian besar peserta yang hadir adalah mahasiswa penerima Bidikmisi. Unand merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri yang mendapatkan kuota Bidikmisi besar di tahun 2018. Yaitu melalui jalur SNMPTN sebanyak 729 sementara jalur SBMPTN sebanyak 1.067.

Pemerintah Indonesia sendiri terus meningkatkan jumlah penerima beasiswa dari tahun ke tahun. Pada tahun 2019, targetnya ada peningkatan 40 hingga 50 persen, yaitu sekitar 120- 130 ribu penerima.

Ismunandar mengharapkan upaya pemerintah dalam mendorong pembangunan Sumber Daya Manusia jangan disia-siakan. Namun, harus menjadi pemacu untuk menyelesaikan persoalan bangsa. Pasalnya, Indonesia diprediksi akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-7 dunia pada tahun 2030, dan ke-4 terbesar pada tahun 2050.

Tantangannya, menurut World Economic Forum (WFE), peringkat daya saing Indonesia masih berada dalam posisi 45 dari 140 negara. Cukup tertinggal dari Singapura dengan posisi ke-2, Malaysia pada posisi 25 dan Thailand di 38. Bidikmisi karenanya hadir untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi Indonesia yang baru menyentuh angka 32 persen.

Kabar baiknya generasi milenial Indonesia optimistis menyambut pembangunan ekonomi. 69,1 persen anak muda Indonesia memiliki keinginan untuk menjadi pengusaha berdasarkan hasil riset IDN Research Institute pada 2019. Karenanya, Dirjen Belmawa tersebut mengharapkan para penerima Bidikmisi juga memilki mental wirausaha. Menurutnya wirausaha menjadi salaha satu pilar pendukung perekonomian suatu negara.

Ismunandar optimistis mahasiswa Bidikmisi akan mampu meningkatkan taraf hidup di masa mendatang jika memiliki empat kemampuan.

“Di era industry 4.0, dan era society 5.0, kita semua harus mempunyai keterampilan literasi data, literasi teknologi, dan manusia. Otak kita sama dengan otot. Otot atlet kuat karea dilatih. Disiplin latihan itu perlu, setiap hari spare waktu khusus,” pesannya.

Hadir pula dalam kuliah umum Rektor Universitas Andalas, Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E, MBA yang menyampaikan motivasi kepada peserta kuliah umum untuk menyongsong masadepan lebih baik. “Setelah lulus kuliah, harus ada perhitungan. Harus bisa mendapatkan dan menciptakan lapangan pekerjaan” terangnya. (HKLI)