Home » Berita

Menristekdikti Resmikan Rumah Sakit Universitas Indonesia

13/02/2019

Depok, Belmawa - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI (Menristekdikti), Prof. Mohamad Nasir meresmikan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) pada Rabu (13/02/2019). Peresmian tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa), Prof. Dr. Ismunandar, Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M. Met. serta Direktur RSUI, Dr. dr. Julianto.

RSUI berlokasi di dalam area Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan, Kompleks Kampus Universitas Indonesia, Kota Depok. RSUI berdiri di atas lahan berluas 106.100m2 dengan luas bangunan 82.074m2 (14 lantai) dan berkapasitas hingga 300 tempat tidur. Dengan mengusung konsep dan rancang bangun pelayanan satu atap (One Stop Health Service), RSUI menjadi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri  pertama di Indonesia yang menerapkan Academic Health System (AHS). Kehadiran RSUI diiharapkan akan berperan sebagai pengampu bagi rumah sakit dan puskesmas di wilayah Kota Depok dan sekitarnya. Tujuannya adalah mewujudkan peningkatan kapasitas sumber daya serta menunjang Tridharma Perguruan Tinggi.

“Mendidik Mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan dokter dengan suatu proses pembelajaran yang baik, mereka dapat menjadi dokter yang professional. Sehingga, ketersediaan rumah sakit dapat melatih dan membina para calon-calon dokter.” ungkap Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. M. Nasir.

RSUI telah terintegrasi dalam management information system (MIS) dengan sistem perencanaan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh manajemen untuk memecahkan masalah. “Rumah sakit pendidikan ini harus bisa menjadi referensi (bagi pendidikan tinggi lainnya).” imbuhnya.

Setelah lolos uji standar nasional akreditasi rumah sakit (SNARS), RSUI akan dikembangkan menjadi Rumah Sakit Pendidikan. Rektor UI, Prof. Anis menuturkan, “Mahasiswa akan dapat memanfaatkan RSUI sebagai wahana pendidikan dengan SDM tenaga-tenaga kesehatan yang excellent (sangat baik). Kami ingin memberikan layanan yang prima bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.”

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, RSUI dilengkapi ruang observasi bagi mahasiswa tanpa menganggu kenyamanan pasien. Dengan dilengkapi infrastruktur teknologi yang baik mendukung mahasiswa untuk memantau tindakan medis secara langsung di ruang kelas atas izin pasien.

Direktur RSUI, Dr. dr. Julianto menambahkan, “RSUI merupakan pelopor penerapan konsep pelayanan primer, sekunder dan tersier dalam satu atap melalui integrase kolaborasi hospital care dan community care yang dapat memudahkan pasien untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang sesuai kebutuhannya secara holistic dengan lebih cepat, lebih baik dan lebih efisien.”

Dirjen Ismunandar berharap “Semoga fasilitas Rumah Sakit Pendidikan UI yang sangat baik bisa dimanfaatkan untuk pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Juga saya berharap semakin meneguhkan dan meningkatkan prestasi UI di tingkat dunia”.

Rumah sakit pendidikan merupakan fasilitas yang sangat krusial bagi mahasiswa kedokteran di perguruan tinggi. Mereka dapat langsung terjun mendapatkan pengalaman dalam mengenali dan menangani berbagai macam penyakit. Dengan berdirinya RSUI, diharapkan bukan hanya dapat mewujudkan pelayanan kesehatan yang prima bagi masyarakat, melainkan dapat pula menjadi sarana untuk mencapai pendidikan interprofesional. (TLYD)