Home » Berita

Peresmian Gedung Baru Universitas Negeri Gorontalo

26/01/2019

GORONTALO – Kampus baru Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang didanai oleh Islamic Developement Bank (IDB) diresmikan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekditi), Prof. H. Mohamad Nasir, Ak, Ph.D, Kamis (24/1).

“Bertambahnya sarana dan prasarana baru, harus berdampak pada peningkatan mutu pendidikan. Karenanya, UNG harus tampil terkareditasi baik dan menerapkan budaya mutu secara berkelanjutan,” harap Menristekdikti.

Proses pengerjaan gedung baru UNG dilakukan selama 425 hari kalender sejak ground breaking Pembangunan Kampus Baru pada Juli 2017 dengan nilai proyek Rp. 293.699.760.000. Operasional penggunaan kampus baru direncanakan dimulai pada tahun akademik baru nanti.

Pendanaan UNG termasuk dalam Proyek 7in1 yang dirancang untuk memberikan kesempatan yang merata bagi tujuh universitas yang tersebar di wilayah Indonesia, meliputi UNESA, UNY, UNG, UNSRAT, UNTAN, ULM, dan UNSYIAH. Tujuannya untuk sigergritas dalam menyusun program pembangunan dan pengembangan SDM yang koheren dan berkelanjutan, yang secara bottom-up menekankan pada keunggulan-keungulan ekonomi serta sumber daya di wilayah masing-masing.

Kampus baru UNG berlokasi di Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, dibangun di atas tanah hibah dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bone Bolango yang mencapai 100 hektar. Di lokasi tersebut dibangun 13 gedung terdiri dari ruang kuliah, ruang kantor dan ruang laboratorium.

Gedung-gedung itu akan ditempati oleh empat fakultas, yakni Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Pertanian, Fakultas Sastra dan Budaya, serta Perpustakaan.

Berdirinya sarana dan prasarana baru, lebih lanjut Menristekdikti berharap dijadikan sebagai fasilitas riset yang lebih mumpuni. Ia menuturkan, hakikatnya keunggulan sebuah perguruan tinggi tidak hanya dinilai dari jumlah gedung atau dosen dan mahasiswa yang dimiliki. Hal yang lebih penting adalah kontribusinya dalam menghasilkan SDM yang memiliki kompetensi dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional dan global, serta kontribusi dalam menghasilkan dan mengaplikasikan IPTEKS bagi masyarakat.

“UNG diharapkan senantiasa berperan sebagai mesin penelitian suatu bangsa untuk menghasilkan pengetahuan baru berkelanjutan dengan membangun kerja sama dan kolaborasi penelitian, termasuk penelitian lintas fakultas dan lintas institusi yang mampu menghasilkan karya-karya ilmiah serta inovasi yang lebih bermanfaat bagi masyarakat,” terangnya.

Dalam hal publikasi internasional, data Scopus per-22 Januari 2019, UNG telah menghasilkan 134 dokumen publikasi (tahun 2018: 53 dokumen, 2017: 30 dokumen); peringkat ke-96 di Indonesia.

Turut hadir dalam peresmpian gedung baru UNG, perwakilan Islamic Development Bank (IDB); Gubernur Gorontalo, Bapak Rusli Habibie; Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Syamsu Qamar Badu, beserta jajarannya; Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Prof. Ainun Na'im; serta Direktur Eksekutif PIU Proyek 7in1 UNG.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Prof. Rina Indiastuti turut meyakini dengan hadirnya sarana dan prasarana baru, mutu pendidikan akan meningkat.

“UNG ini kan akreditasnya sudah A, sudah bagus. Jadi, dari sisi pembelajaran dan kemahasiswaan, hal itu akan meningkatkan mutu pendidikan di semua prodi di UNG. Artinya, akan berdampak pada kualitas lulusan dan mutu pendidikan tinggi nasional,” jelasnya.

UNG Saat ini dari 71 prodi yang terakreditasi BAN-PT (2019), tercatat baru 10 prodi terakreditasi A dan 61 prodi t