Home » Berita

Menristekdikti Lantik Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan

01/12/2018


Jakarta – Belmawa. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir melantik Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan yang baru Ismunandar. Pimpinan Tinggi Madya yang dilantik dipilih melalui proses seleksi terbuka sesuai UU ASN Nomor 5 Tahun 2014, menggantikan Intan Ahmad yang telah menjabat sejak 30 Juni 2015 dan telah memasuki masa purna tugas, bertempat di Auditorium Gedung D Kemenristekdikti Senayan Jakarta (29/11).

Ismunandar merupakan Guru Besar termuda ITB Prodi Kimia FMIPA ITB. Peraih penghargaan mahasiswa berprestasi ITB ini menyelesaikan pendidikan sarjana pada tahun 1992 dari Departemen Kimia ITB, kemudian melanjutkan studi doktoral di University of Sydney, Australia, lulus tahun 1998. Di antara penghargaan yang pernah diterimanya adalah  Gold Award Australian Institute of Nuclear Science and Engineering for research excellence, 1999; Indonesia Toray Science Foundation Award, 2000; Fellowship dari Minister of Science, Technology, Culture and Sport Japan, 2002; Hitachi Foundation; Research Fellowships to do research in Japan, 2003; Satya Lencana 10 tahun, 2006; Endeavour Australia Cheung Kong Awards, 2006. Dr. Sebelum dilantik Ismunandar merupakan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Washington DC, Amerika Serikat.

Dalam Sambutannya Menteri Nasir mengingatkan bahwa di era revolusi Industri 4.0 masalah literasi sangat penting khususnya Pendidikan Tinggi. Menteri Nasir meyakini  Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan baru Ismunandar, dapat menciptakan kondisi lingkungan kerja yang baik dengan menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik bersama dengan para Dirjen lainnya, Staf Ahli serta pejabat eselon II di lingkungan Kemenristekdikti terutama di bidang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi di Indonesia.

Pada kesempatan ini, Menristekdikti mengucapkan terima kasih atas kerja keras Intan Ahmad selama 3 tahun terakhir dalam upaya meningkatkan akses, kualitas pembelajaran maupun penjaminan mutu pendidikan tinggi. Selama menjalankan tugas sebagai Dirjen Belmawa (2015-2018), Intan telah berhasil merancang berbagai program terobosan seperti Sistem Pembelajaran Daring (SPADA), Pendidikan Profesi Guru (PPG), Penyetaraan Ijazah Online, Sistem Verifikasi Ijazah Secara Online (SIVIL), Penomoran Ijazah Nasional (PIN), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Indonesia Research Education Network (IdREN), dan program terobosan lainnya.

Keluarga besar Belmawa mengucapkan selamat atas dilantiknya Prof. Dr. Ismunandar  sebagai Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan dan terima kasih kepada Prof. Intan Ahmad atas dedikasi dan kerja keras selama bertugas.

Layanan Informasi
Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan