Home » Berita

Peningkatan Kapasitas Leadership, Politeknik Indonesia Kunjungi Toronto, Kanada

27/11/2018

Toronto – Belmawa. Sejak pertama kali politeknik didirikan, pengembangan pendidikannya ditujukan untuk menyiapkan tenaga terampil agar dapat mengisi kebutuhan industri sesuai tuntutan perkembangan teknologinya. Telah terbukti secara konsep, bahwa pendidikan politeknik di beberapa negara maju sangat berperan dalam memajukan industrinya.

Melalui Proyek Pengembangan Pendidikan Politeknik atau Polytechnic Education Development Project (PEDP), 13 orang delegasi dari delapan perwakilan politeknik Indonesia, Ditjen Belmawa, dan Bappenas melakukan kunjungan studi ke Toronto, Kanada (18–21 November 2018). Tiga di antaranya adalah alumni teladan politeknik yang dipilih berdasarkan prestasi dan kinerja mereka yang luar biasa sebagai entrepreneur muda yang masuk dalam “Program TV Kick Andy”.

Selama kunjungan kerja di Toronto, delegasi ini melakukan benchmarking dalam kapasitas kepemimpinan (leadership) politeknik era industri 4.0, peningkatan kapasitas dalam memulai bisnis baru (business start-up) melalui inovasi bisnis strategis, mempelajari pemanfaatan teknologi dalam sistem pembelajaran, termasuk studi pengembangan pendidikan vokasi penerbangan (school of aviation).

Selama di Toronto, delegasi mengadakan pertemuan dengan beberapa institusi applied science setingkat politeknik di Indonesia, yaitu: Seneca College Newnham Campus, Seneca School of Aviation Peterborough Campus, Humber College, AI/HUB Durham College (The Durham College Hub for Applied Research in Artificial Intelligence for Business Solutions), dan the DMZ Ryerson University (inkubator bisnis).

PEDP sendiri merupakan program Kemenristekdikti yang dananya bersumber dari pinjaman Asian Development Bank (ADB) dan hibah Pemerintah Kanada. Program PEDP dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan politeknik dalam mendukungpengembangan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan industri pada lima sektor prioritas yaitu agro industri, energi/pertambangan, manufaktur, pariwisata, dan infrastruktur.

Sirin Wahyu Nugroho, Kasubdit Akademik Direktorat Pembelajaran mengatakan “Ditjen Belmawa sangat mendukung pelaksanaan kunjungan studi ini, utamanya untuk meningkatkan kapasitas politeknik dalam proses belajar-mengajar yang relevan dengan kebutuhan industri, meningkatkan kepemimpinan dan kapasitas manajemen, serta untuk memperkuat kemitraan dengan Kanada, perguruan tinggi vokasi dan industrinya”.

”Betapa pentingnya pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia. Dengan mengambil pembelajaran program vokasi di Kanada, peranan industri itu sangat penting, begitu juga dengan peran pemerintah dalam memfasilitasi, baik melalui regulasi maupun dukungan pendanaan sehingga terjalin secara sinergis (tripartit) untuk kemajuan poltiknik Indonesia sesuai dengan program prioritas pemerintah menghadapi era 4.0”,  tegas Dewi Kania, Kasubdit Pendanaan Multilateral III Direktorat Pendanaan Luar Negeri Multilateral Kementerian PPN/Bappenas yang juga turut menjadi delegasi kunjungan Kanada.

Fakta menarik hasil kunjungan studi ini di antaranya adalah program akademik yang relevan dengan industri, kemitraan industri yang kuat, fokus pada capaian pembelajaran (learning outcome), memiliki bentuk continuation education (life-long learning) dan kuliah paruh waktu (part-time) yang mampu mengakomodasi mahasiswa, serta tidak adanya pembatasan umur bagi calon mahasiswa. Karir dalam ilmu terapan (applied science) di Kanada meningkat, sehingga jumlah mahasiswa pun semakin meningkat tiap tahunnya. Sebut saja di Seneca College, sebanyak 60 ribu mahasiswa adalah part-time students, sedangkan full-time students hanya 28 ribu mahasiswa. Hal lainnya, perguruan tinggi selalu siap menghadapi perubahan dalam permintaan industri dan dinamika pasar tenaga kerja, sehingga alumninya memiliki kapasitas keterampilan yang mumpuni dan dalam pengetahuan bisnis yang baik untuk memulai dan mengembangkan bisnis mereka sendiri. (Andri/Belmawa)