Home » Berita

Pasukan Mahasiswa Mengedukasi Warga Citarum Melalui KKN Tematik

12/11/2018

Bandung – Direktorat Jenderal Pembelajran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bersama pimpinan perguruan tinggi mewakili 700 perguruan tinggi yang ada di Jawa Barat dan DKI Jakarta melakukan deklarasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Citarum Harum.

Penanda tanganan deklarasi didahului oleh Plt. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemhasiswaan Intan Ahmad dan dilanjutkan oleh perwakilan perguruan tinggi, deklarasi KKN Tematik Citarum digelar di Hotel Raja Sutan Bandung, (10/11)
Menindaklanjuti Peraturan Presiden nomor 15/2018 tentang Percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Intan ahmad menghimbau kepada semua lembaga terkait agar turut serta bergotong royong mengambil andil sesuai bidangnya agar kerusakan Sungai Citarum lebih cepat diperbaiki. “ Memang target dari pak presiden itu 7 tahun untuk membersihkan sungai citarum, namun agar penanganannya lebih cepat kalau dari semua lembaga bisa bekerjasama fokus untuk membersihkan citarum ini, seperti TNI, Kementerian kehutanan dan lain-lain.” Imbau Intan Ahmad

Intan Ahmad menjelaskan bahwa penanganan kebersihan citarum ini tidak hanya diakukan oleh para akademisi, Kementerian dan TNI saja, namun pendudukan sekitar sebagai masyarakat yang mendapatkan dampak secara langsung dari ketidak bersihan sungai citarum turut ambil andil “Kita liat dulu masalahnya bersama dengan masyarakat, jadi kita memperlibatkan masyakat juga demi kebersihan citarum” ujarnya.

Adapun kontribusi Kemenristekdikti dalam percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum ini berupa sumbangan alat-alat hasil riset yang dapat digunakan untuk membersihkan sungai dan mengerahkan mahasiswa melalui KKN tematik untuk mengedukasi warga yang merupakan penduduk sekitar sungai Citarum.

“Kementerian Ristekdikti mememiliki peran penting karena Kementerian Ristekdikti memiliki “pasukan mahasiswa” yang cukup banyak. Nantinya para mahasiswa ini akan memberikan pendidikan kepada masyarakat dan keluarganya bagaimana supaya mereka ikut menjaga kebersihan sungai citarum” Papar Intan Ahmad.

Menambahkan penjelasan Plt. Dirjen Belmawa, Direktur Pembelajaran Paristiyanti mengatakan KKN tematik ini berjalan dengan melibatkan unsur penta helix yakni Pemerintah, Akademisi, Asosiasi, Komunitas dan Media yang saling terkait. KKN tematik ini dilaksanakan berdasarkan perananan masing-masing unsur, yakni nantinya masing-masing komunitas membimbing empat keluarga secara terus menerus selama KKN berlangsung.

“kita melakukan KKN ini berdasarkan kapasitas masing-masing komunitas, nantinya mahasiswa harus membimbing keluarga 4 keluarga. jadi selama KKN tematik sepanjang tahun ia akan menemui keluarga tersebut, jadi dia seperti memiliki keluarga baru” jelas Direktur Pembelajaran.(Tulus)