Home » Berita

Direktorat Penjaminan Mutu Melatih Calon Pelatih SPMI

15/10/2018

Dalam rangka memenuhi kebutuhan pelatih Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang dapat membantu percepatan peningkatan implementasi SPMI di perguruan tinggi,  Direktorat Penjaminan Mutu tahun 2018 melaksanakan pelatihan untuk para calon pelatih SPMI di Jakarta, pada 18-20 September 2018.

Lokakarya dibuka oleh Kasubdit Penguatan Mutu, Masluhin Hajaz. Dalam sambutan pembukaannya Kasubdit menjelaskan tentang pentingnya ada pelatih SPMI di perguruan tinggi dalam mengatasi masalah sering terjadinya pergantian pejabat dan anggota di unit penjaminan mutu. Pergantian pejabat di unit penjaminan mutu yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang penjaminan mutu pendidikan tinggi akan menghambat sistem penjaminan mutu yang sedang berjalan, oleh karenanya tanpa menunggu pelatihan dari Direktorat Penjaminan Mutu, maka pelatih SPMI di internal perguruan tinnggi bisa dengan cepat melatih pejabat dan anggota unit penjaminan mutu yang baru.

Pelatihan berlangsung selama 3 hari dan diikuti 59 peserta dibagi dalam 3 kelas. Beberapa perguruan tinggi antara lain Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Pembangunan Negeri Veteran Yogyakarta, Universitas Riau Kepulauan, Unversitas Negeri Padang, Universitas Islam Riau, Universitas Bung Hatta, Universitas Borneo Tarakan, Universitas Bangka Belitung, Universitas Baiturrahmah, Universitas Kristen Duta Wacana, Stikes Ibnu Sina Batam, Politeknik Negeri Padang, Politeknik Negeri Bandung, IKIP PGRI Pontianak, Akbid Abdi Persada Banjarmasin, Akademi Farmasi Samarinda, Politeknik Caltex Riau, Uniska Al Banjari Banjarmasin, Unika Atmajaya, Universitas Mercubuana, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Manado, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Universitas Tanjungpura.

Pelatihan dikawal oleh para fasiltator antara lain Setyo Pertiwi, Hartanto Nugroho, Bambang Suryoatmono, Emma Muhari, dan Hisar Sirait.  Peserta pelatihan telah diseleksi dan memenuhi kriteria tertentu antara lain sudah lulus pelatihan penyusunan dokumen SPMI, lulus pelatihan Audit Mutu Internal (AMI) dengan passaing grade tertentu, dan keterlibatan peserta dalam implementasi SPMI di perguruan tigginya yang tercermin dari CV yang dikirimkan.

Dalam pelatihan ini, peserta diberikan porsi berlatih yang besar dan para fasilitator hanya memberikan refreshment materi, mengawasi, mengoreksi, dan menilai saja. Materi pelatihan diawali dengan refreshment pengetahuan Kebijakan SPM Dikti dan dilanjutkan dengan peserta berlatih menjelaskan masing-masing tentang Kebijakan, Manual, Standar, dan formulir. Peserta juga mendapatkan materi andragogi dan etika sebagai pelatih. (haz)