Home » Berita

Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tinggi melalui Financial Technology

12/10/2018

Belmawa – Bali. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), bersama dengan Ngee Ann Polytechnic melakukan inisiasi kerjasama pada pembelajaran financial technology (Fintech) pendidikan tinggi di Indonesia. Inisiasi ini dilaksanakan untuk memunculkan program baru yang mendorong pertukaran pengetahuan di kalangan akademisi, industri dan regulator di bidang teknologi keuangan. Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan dengan Ngee Ann Polytechnic Singapura yang dilakukan di Nusa Dua Bali, Kamis, (11/10).

Nota kesepahaman ini ditandatangani oleh Direktur Pembelajaran Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Dr. Ir Paristiyanti Nurwardani, dan principal Ngee Ann Polytechnic, Clarence ti. Kolaborasi ini dapat berjalan berkat dukungan dan bantuan dana dari Temasek Foundation International.
“Harapan kami adalah untuk mengembangkan dosen dengan kualitas dan pemahaman yang baik terhadap Financial Technology, serta untuk menghasilkan talenta yang mampu berkompetisi pada era Revolusi Industri 4.0. melalui MoU ini, banyak manfaat yang didapat oleh pendidikan tinggi, khususnya di perguran tinggi dan politeknik di Indonesia. Mereka akan mendapat kesempatan untuk menyerap pengetahuan dan informasi mengenai Fintech dari sumber-sumber yang kompeten dan mampu bekerjasama untuk memberikan inovasi bagi Fintech, begitu pula dengan lebih dari 4000 institusi pendidikan tinggi yang ada di Indonesia”. Ujar Dr. Ir Paristiyanti Nurwardani.
Selama tiga tahun ke depan, Kementerian Ristekdikti, Ngee Ann Polytechnic dan Temasek Foundation akan berkolaborasi untuk menerapkan program pembelajaran teknologi keuangan untuk penyedia pendidikan tinggi di Indonesia. Sekitar 180 pimpinan akademisi Indonesia akan berpartisipasi dalam mengembangkan kurikulum Fintech. Program ini akan dilaksanakan dalam dua tahap yang akan berakhir pada tahun 2020. Perguruan tinggi yang terlibat pada fase pertama di antaranya: Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Airlangga (Unair).
Penandatanganan MoU ini turut disaksikan pula oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan; Menteri Sekretaris Negara, Pratikno; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir effendy; Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani; Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara; Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto; Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf; serta beberapa pejabat negara lainnya.
Principal Ngee Ann Polytechnic mengatakan akan ada banyak pelajaran yang akan diperoleh bagi kedua negara. Fintech memberikan dampak terhadap bagaimana populasi kita memperoleh akses layanan keuangan. MoU ini lanjutnya, merupakan tentang bagaimana kita mendukung pertumbuhan kebutuhan kemampuan bagi kedua negara. Selain itu, menurut Chief executive Temasik Foundation, pendidik perlu memperbarui keterampilan mereka untuk mengimbangi dengan perkembangan industri. Melalui program ini, pendidik dari Indonesia dan Singapura dapat bertukar pengetahuan dan mengembangkan cara baru untuk melatih anak muda pada bidang teknologi keuangan.