Home » Berita

Tanggap Darurat Gempa Bumi Lombok, Nusa Tenggara Barat

10/09/2018

Belmawa – Lombok. Kunjungan rombongan Anggota DPR RI Komisi X ke lokasi gempa di Lombok Utara NTB pada tanggal 3 September 2018 bersama Direktorat Pemebelajaran  meninjau beberapa tempat yang terkena dampak gempa. Gempa yang berlangsung dengan intensitas dan skala richter yang cukup tinggi mengakibatkan banyak kantor, universitas, sekolahan, tempat tinggal serta beberapa bangunan lainnya juga turut menjadi korban. Terlihat banyak puing beserakan disekitar bangunan yang roboh karena tidak kuat menahan gempa. Menjelang perjalanan menuju ke Lombok Utara rombongan Anggota Dewan singgah di Kila Senggigi Beach, tempat penginapan yang memiliki konstruksi bangunan tahan gempa dan menjadi alternative untuk penginapan saat terjadi gempa
Mengawali pertemuan Anggota Dewan yang dipimpin oleh Dr.Ir. Djoko Udjianto, MM bersama dengan Bupati Lombok Utara, Najmul Achyar, disampaikan oleh bupati bahwa korban gempa yang meninggal sebanyak 471 orang, 829 orang dirawat karena luka dan 213 000 orang atau lebih dari 90% mengungsi, termasuk bupati dan perangkat pemda lainnya masih dalam pengungsian. Peristiwa gempa juga disadari oleh bupati bahwa ini merupakan cobaan dari Allah SWT agar lebih meningkatkan keimanan, kesabaran dan ketaqwaan kepada Yang Maha Kuasa dan selalu bersyukur kepadaNya. Hikmah yang perlu diambil adalah semangat untuk merefresh atau bangkit kembali mencapai sukses/hasil yang lebih baik lagi. Kerusakan beberapa sarana pendidikan mulai dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi membuat siswa/mahasiswa menjadi trauma datang ke tempat belajar/masuk ke dalam gedung untuk belajar, sehingga pihak perguruan tinggi maupun pemda dan masyarakat membangun tempat belajar darurat dengan tenda- tenda di halaman perguruan tinggi maupun di lapangan. Walaupun pembangunan tenda masih terbatas, namun sangat mendukung kelancaran untuk proses belajar mengajar. Pihak pemerintah daerah maupun perguruan tinggi masih mengharapkan bantuan tambahan tenda-tenda untuk tempat belajar maupun tempat tinggal sementara. Mahasiswa dan dosen masih nampak bersemangat dalam menjalankan proses belajar mengajar (PBM) di tenda – tenda. Saat ini Pemda Kabupaten Lombok Utara membutuhkan sebanyak 1.700 tenda untuk tempat tinggal dan belajar. Informasi lain yang disampaikan oleh bupati, bahwa kondisi memprihatinkan juga dialami oleh mahasiswa- mahasiswa yang sedang kuliah di luar Kota Lombok, sebagian mengalami kesulitan hidup serta pembayaran uang kuliah di perguruan tinggi, karena orang tua dan keluarga sedang kesulitan keuangan akibat belum bekerja dan masih hidup dalam pengungsian. Adanya keprihatinan tersebut, Bupati Lombok Utara berharap kepada pemerintah dan berbagai pihak berkenan memberikan perlakukan khusus kepada mahasiswa (diskon, bantuan maupun pembebasan uang kuliah) sehingga mahasiswa masih terus melanjutkan belajar dengan baik dan menyelesaikan tepat pada waktunya. Informasi lain disampaikan oleh mahasiswa yang sedang kuliah di luar Kota Lombok, bahwa beberapa perguruan tinggi tempat mahsiswa kuliah menyarankan kepada mahasiswa dari Lombok yang sedang kesulitan untuk mengambil cuti, sedangkan pihak pemda maupun mahasiswa berharap agar tetap melanjutkan kuliah.
Dalam kesempatan yang sama Pimpinan Rombongan Anggota DPR RI Komisi X, Dr. Ir. Djoko Udjianto, MM menyampaikan kepada PEMDA, bahwa dalam kunjungan ini seluruh perwakilan/fraksi hadir di Lombok Utara. Tujuan dari kunjungan adalah untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan, mendapatkan data dan informasi serta dukungan dan upaya untuk perbaikan kembali Lombok paska gempa. Dalam kunjungan ini, Anggota Dewan secara pribadi menyerahkan bantuan kepada Pemda Kab. Lombok Utara. Dari hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dengan Kemenristekdikti telah disiapkan program kepada 4.000 mahasiswa yang sedang on going dan 1.000 mahasiswa baru, diharapkan pihak PEMDA segera mengirim data, nama dan jumlah mahasiswa yang sedang mengalami kendala dalam belajar. Kebijakan lainnya untuk mengatasi kendala – kendala yang sedang dihadapi mahasiswa di perguruan tinggi terutama meningkatkan kelancaran proses belajar mengajar akan ditindak lanjuti.
Dalam kesempatan lain dari kunjungan ke Lombok, Direktur Pembelajaran, Ditjen Belmawa, Kemenristekdikti, Dr. Ir Paristiyanti Nurwardani mengunjungi Universitas Mataran (UNRAM), bertemu dengan Rektor UNRAM, Prof Lalu Husni serta jajarannya, pada tanggal 4 September 2018. Setelah melakukan dialog bersama dengan civitas akademika serta meninjau pembelajaran mahasiswa di lapangan, UNRAM memerlukan beberapa tindakan perbaikan yang perlu dilakukan antara lain : mendorong mahasiswa semester/tugas akhir untuk melakukan penelitian/penyelesaian kuliah dengan memanfaatkan fasilitas/laboratorium pada universitas di Pulau Jawa melalui program kredit transfer, melakukan proses belajar mengajar melalui blended learning sehingga dosen maupun mahasiswa dapat belajar mengajar di tempat yang aman, tetap memperhatikan terwujudnya capaian pembelajaran (CP) dalam kurikulum, memperbanyak ruang belajar di luar gedung dengan mendirikan tenda- tenda untuk belajar dengan pendekatan creative learning. Tim Kemenristekdikti turut mendampingi kunjungan Anggota Dewan Ke Lombok antara lain Sirin Wahyu Nugroho dan Edi Mulyono (Direktorat Pembelajaran), Ismet Saputra (Direktorat Kemahasiswaan), Ayu Pravita dan Karyna (Biro KSKP, Sekretariat Jenderal Kemenristekdikti). (SWN/Editor HKLI)