Home » Berita

Sosialisasi Kebijakan Bidikmisi Bagi PTS di Wilayah I Sumatera Utara

10/09/2018

Medan-Belmawa, lebih dari 140 perwakilan PTS dalam wilayah LLDikti Sumatera Utara, menghadiri acara Sosialisasi Kebijakan Bidikmisi bagi PTS yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Katolik St. Thomas Sumatera Utara (8/9).

Dalam sambutan pembukaannya, mewakili Ketua LLDikti Sumatera Utara, Heriyanto, S.E., M. Si sangat mengapresiasikankegiatan yang dilaksanakan oleh Subdit Kesejahteraan dan Kewirausahaan Ditjen Belmawa, “terimakasih yang sebesar-besarnya atas acara yang dilaksanakan sehingga apa yang tidak kami ketahui, maka nanti akan kami ketahui terutama untuk teman-teman di PTS terkait bantuan Pendidikan Bidikmisi”.

Sementara itu, Kasubdit Kesejahteraan dan Kewirausahaan Ditjen Belmawa Drs.Ismet Yus Putra, MM menyampaikan bahwa 3 indikator bagi pelaksanaan Bidikmisi yaitu Tepat Sasaran, Tepat Jumlah dan Tepat Waktu. Menurut UU No. 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi  menyatakan bahwa setiap PTN wajib membuka dan menerima calon mahasiswa Bidikmisi untuk seluruh fakultas dan program studinya, sementara itu untuk PTS belum diwajibkan dan diperkenankan untuk memilih fakultas dan program studi yang akan mereka buka untuk penerimaan Bidkmisi.

Dr. Parmin, selaku Tim Pengelola Bidikmisi Pusat dalam penjelasaan Bantuan Bidikmisi diberikan kepada calon mahasiswa yang memiliki kemampuan Akademik akan tetapi tidak mampu secara ekonomi, “untuk itu kita harus dapat memastikan tepat sasaran agar serapan di tahun berjalan dan memastikan bahwa penerima memang layak untuk mendapatkan bantuan Bidikmisi, dalam proses pengelolaan diharapkan bahwa Nama PT tidak berbeda dengan data yang dimiliki Kemenristekdikti begitu juga dengan nama dan nomor rekening mahasiswa penerima” , lanjut Dosen Unnes yang murah senyum ini.

Selanjutnya Dr. Parmin juga mengatakan hal yang tak kalah pentingnya adalah Tracer Study (TS) Bidikmisi, hal ini terkait adanya salah satu poin penilaian proses Akreditasi, untuk itu hal yang paling tepat dalam proses pelaksanaan TS ini berada di Fakultas masing-masing.

Dari tim IT Bidikmisi Pusat, Dean Aprian, S.Kom mengatakan bahwa ada ”5 kegiatan pengelolaan SIM Bidikmisi yaitu pendaftaran, pencalonan, penetapan, pengajuan pencairan dan pelaporan IPK serta Lulusan “ terang dosen fakultas ilmu komputer IPB ini.

Untuk calon pendaftar hendaknya memiliki KIP,KPS,BSM atau setidaknya memiliki SKTM tetapi hasil akhir tetap akan ditentukan oleh tim verifikasi di masing-masing perguruan tinggi, diperiode yang akan datang seluruh data akan disinkronkan dengan beberapa kementerian seperti Kemendikbud (Data sekolah dan Akademik), Kemensos (Data sosial dan Ekonomi)  dan Kemendagri (Data Kependudukan).(GPK/editor HKLI)