Home » Berita

Pertemuan Nasional Forum Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia (FDPNI)

28/08/2018

Pertemuan Nasional Forum Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia (FDPNI) yang dihadiri sebanyak 43 Poltek Negeri diselenggarakan di Hotel Aston Kuta Bali, 24 Agustus 2018. Tujuan dari pertemuan untuk lebih meningkatkan sinergi, komunikasi sehingga akan mempersempit disparitas antar institusi/politeknik, merubah dari menara gading menjadi menara air, memperkuat NKRI dan menciptakan nilai ungkit yang merata (demikian disampaikan oleh Ketua FDPNI, Dr. Rachmad Imbang). Sebagai penyelenggara FDPNI, Direktur Politeknik Negeri Bali, Ir. Made Mudhina, MT dalam laporannya bahwa sinergi dan persatuan melaksanakan aktivitas akademis bersama diantaranya dengan menyelenggarakan Seminar Nasional Terapan Riset Inovatif (SENTRINOV). Acara seminar yang diselenggarakan Hotel The Patra Bali Resort pada tanggal 24 – 25 Agustus 2018 merupakan pertemuan SENTRINOV yang ke IV.

Hadir dalam pertemuan FDPNI, Direktur Pembelajaran, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristekdikti, Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani menyampaikan arahan, kebijakan, kesempatan politeknik memanfaatkan peluang untuk meningkatkan peran politeknik dalam membangun bangsa, serta masyarakat Indonesia. Disampaikan bahwa saat ini Indonesia membutuhkan sebanyak 113 juta tenaga terampil untuk menyongsong Indonesia emas tahun 2045. Pemerintah akan mempermudah proses belajar mahasiswa politeknik mengikuti pendidikan Multi Entry Multi Exit (MEMO) sehingga mahasiswa akan lebih fleksibel untuk mengikuti kuliah dan bekerja, diharapkan dengan metode MEMO angka partisipasi kasar (APK) melalui pendidikan politeknik meningkat. Kondisi pendidikan vokasi di indonesia, saat ini sebanyak 1,4 juta lulusan SMK setiap tahun, sedangkan politeknik hanya menampung sebanyak 200 ribu mahasiswa/tahun. Untuk meningkatkan kualitas dan jumlah mahasiswa politeknik perlu dilakukan percepatan akses pembelajaran melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Blended Learning. Disampaikan pula bahwa masih banyak lulusan perguruan tinggi yang belum memenuhi beberapa kriteria pendidikan abad 21, antara lain kemampuan leadership, berbahasa inggris, writing skill dan komunikasi. Selain itu dengan hadirnya disrupsi teknologi dalam era Revolusi Industri 4.0 saat ini, mahasiswa harus memiliki kemampuan menguasai literasi data, literasi teknologi dan literasi humanity. Untuk itu program dan kegiatan Direktorat Pembelajaran Kemenristekdikti kedepan dalam rangka membekali kompetensi mahasiswa politeknik, meningkatkan pembelajaran blended learning  dalam bahasa inggris yang akan bekerjasama dengan dosen dari Canada.

Beberapa kesempatan yang sangat memerlukan peran dari politeknik dalam menciptakan sumber daya manusia terampil antara lain untuk bidang pariwisata dengan mengembangkan potensi dan destinasi wisata baru yang dimiliki oleh sekitar 500 kabupaten di Indonesia, untuk industri kemaritiman, kereta api dan cyber security dengan melibatkan dosen dan mahasiswa melalui kurikulum dual degree dan kurikulum 3-2-1, magang di BUMN, United Kingdom serta belajar di Cina untuk S1, S2.
Dalam kesempatan yang sama Chief of Party USAID Rini Amidjono menyampaikan program USAID untuk pengembangan soft skill mahasiswa terkait dengan finansial, percaya diri, kerjasama, komunikasi, critical thinking, decision making dan lain sebagainya. Program yang ditawarkan dalam kegiatan TOT kepada dosen dan selanjutnya dosen akan melaksanakan pelatihan kepada mahasiswa.

Forum pertemuan Direktur Politeknik Negeri dan Seminar Nasional Politeknik banyak memberi manfaat bagi institusi maupun dosen serta peneliti, dan untuk acara pertemuan selanjutnya direncanakan di Bangka Belitung. Turut hadir dalam pertemuan FDPNI Direktur Pusat Peragaan (PP) Iptek, Syahrial dan Kasubdit Pendidikan Akademik, Sirin Wahyu Nugroho