Home » Berita

Memperluas Pemahaman Mahasiswa Berkebutuhan Khusus dengan Bimbingan Teknis Tutor Pendidikan Khusus

27/08/2018

Padang – Belmawa. Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan melalui Direktorat Pembelajaran, Kemenristekdikti menyelenggarakan bimbingan teknis tutor pendidikan khusus yang diselenggarakan pada hari Jumat – Sabtu, 3- 4 Agustus 2018.

Bimbingan Teknis ini diselenggarakan dalam rangka mengamanahkan Permenristekdikti No. 46 Tahun 2018 tentang Pendidikan Khusus dan Layanan Pendidikan Khusus di Perguruan Tinggi (PT), yakni dalam memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa berkebutuhan khusus.

Yandri Anas selaku sekretaris pelaksana LL Dikti Wilayah X berkenan hadir untuk memberikan arahan dan sekaligus membuka kegiatan ini. Dalam arahannya, Yandri mengharapkan bahwa dengan kegiatan bimbingan teknis ini akan memudahkan perguruan tinggi untuk menerima mahasiswa yang memliki kebutuhan khusus. Menurutnya juga, kegiatan ini sangat penting dilakukan khususnya dalam hal peningkatan sumber daya manusia/dosen untuk dapat mengenali mahasiswa berkebutuhan khusus.

Sekitar 84 orang dosen dari berbagai perguruan tinggi di bawah Kopertis Wilayah X ikut hadir dalam kegiatan yang bertujuan untuk Mendorong PT dapat mengembangkan sistem dan program layanan khusus bagi mahasiswa disabilitas melalui pembentukan unit layanan mahasiswa disabilitas sekaligus meningkatkan kompetensi dosen dalam pemberian layanan pembelajaran terhadap mahasiswa disabilitas serta Menyiapkan calon pelatih/Instruktur PT dari kalangan Dosen yang akan memberikan pelatihan calon pendamping mahasiswa disabilitas di PT masing-masing.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diisi oleh empat orang narasumber yang terbagi menjadi: hari pertama diisi oleh Budiyanto dari Universitas Negeri Surabaya dengan materi tentang Falsafah Pendidikan Inklusi di Perguruan Tinggi dan Rahmahtrisilvia dari Universitas Negeri Padang yang membawakan materi tentang pemahaman mahasiswa disabilitas dan berkebutuhan khusus. Pada hari kedua diisi oleh Asep Supena dari Universitas Negeri Jakarta yang membawakan materi tentang Praktik Layanan Mahasiswa Tuna Netra; dan di sesi terakhir diisi oleh Munawir Yusuf dari Universitas Sebelas Maret yang membawakan materi tentang Praktik Layanan Tuna Daksa.

Dari kegiatan ini diharapkan dapat menambah kompetensi dosen terkait mahasiswa berkebutuhan khusus dan juga membantu mahasiswa disabilitas di PT sebagai langkah dalam memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa berkebutuhan khusus. (FNP/HKLI)