Home » Berita

KONTES ROBOT TINGKATKAN KREATIVITAS MAHASISWA INDONESIA

15/07/2018


Yogyakarta, 10-13 Juli 2018. Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti  RI (Ditjen Belmawa) menyelenggarakan acara nasional Simposium dan Kontes Robot Indonesia (KRI) tahun 2018 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Acara yang berlangsung selama 4 hari tersebut terbagi dalam beberapa sesi yaitu Simposium dan _running test_  tanggal 10-11 Juli 2018, serta KRI Nasional pada tanggal 12-13 Juli 2018. Agenda Kontes Robot ini diawali  oleh simposium yang berisi diskusi teknologi antar pecinta robot untuk bertukar ilmu, dan dilanjutkan dengan running test peserta KRI pada tanggal 11 Juli 2018 lalu ditutup dengan KRI Nasional 2018 yang melibatkan 91 tim.

Ajang kontes yang dilakukan setiap tahun ini diikuti oleh 373 peserta yang terdiri dari Mahasiswa dan Dosen. Ajang yang paling dinanti setiap tahunnya, membuat para pecinta robot ini datang meskipun dari daerah yang paling jauh seperti dari Universitas Sam Ratulangi, Manado. Lomba KRI dibagi ke dalam beberapa kategori yaitu Kontes Robot ABU Robocon Indonesia (KRAI) sebanyak 24 tim, Kontes Robot Pemadam Api Indonesia-Berkaki (KRPAI Berkaki) sebanyak 21 tim, Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) sebanyak 14 tim, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia – Beroda (KRSBI Beroda) sebanyak 24 tim, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia – Humanoid (KRSBI Humanoid) sebanyak 8 tim.

Pada tanggal 13 Juli 2018, berlangsung puncak acara, sekaligus penutupan KRI yang digelar di Sportorium UMY. Tim yang membawa pulang dengan gelar juara adalah Institut Teknologi Sepuluh November sebagai juara umum KRI 2018. Beberapa juara pertama dari kategori yang diselenggarakan yaitu tim RIVER dari Institut Teknologi Sepuluh November sebagai juara pertama KRAI, tim DOME dari Universitas Muhammadiyah Malang sebagai juara pertama KRPAI, tim URT-ROSO dari Universitas Islam Sultan Agung sebagai juara pertama KRSBI Beroda, tim EROS dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya sebagai juara pertama, tim ROSEMERY dari Universitas Negeri Yogyakarta sebagai juara pertama KRSTI.

Hadir Didin Wahidin, Direktur Kemahasiswaan Ditjen Belmawa; Gunawan Budiyanto (Rektor UMY); Wahidin Wahab (Ketua Dewan Juri KRI 2018) dan Misbah Fikrianto, Kasubdit Penalaran dan Kreativitas.  Dalam sambutannya Didin menyampaikan bahwa melalui kontes robot ini diharapkan dapat menciptakan SDM yang mampu menjadi penakluk era revolusi industri 4.0. Selain itu,  diharapkan para peserta kelak menjadi manusia yang melakukan continues quality improvement baik pemenang maupun peserta yang belum berkesempatan menjadi juara.

Berakhirnya KRI tahun ini menandakan bahwa giat penggeloraan menghadapi revolusi industri 4.0 terus menerus dilakukan sekaligus sebagai ajang asah hard skill dalam keterampilan dan soft skill dalam ajang pertemuan antar mahasiswa tingkat nasional. Dalam kontes ini juga para peserta diharapkan terus melakukan peningkatan kapasitas diri guna menghadapi tantangan di masa yang akan datang, salah satu diantaranya dengan menguasai teknologi. JAYA MAHASISWA, JAYALAH INDONESIA !! (HLM/NN)KRTI 2018 DSC05117KRI 2018