Home » Berita

Lokakarya Penjaminan Mutu: Menumbuhkan Budaya Mutu Dan Semangat Untuk Maju

11/07/2018

Upaya menumbuhkan budaya mutu terus dilakukan Direktorat Penjaminan Mutu melalui Lokakarya Penyusunan Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan saat ini sudah berjalan enam batch dari sepuluh batch yang direncakanan pada tahun 2018.

Batch VI Lokakarya Penyusunan Dokumen SPMI dilaksanakan di Makassar pada 9-11 Juli 2018 dengan diikuti 92 peserta dari wilayah Sulawesi dan sebagain wilayah Bali yang belum mengikuti batch V. Hadir dalam lokakarya sejumlah fasilitator SPMI antara lain Hartanto Nugroho, Sadra Dharmawan, Tirza Hanum, Desiana Vidayanti, Alberta Rika, dan Emma Hermawati.

Indonensia bagian timur kali ini terus didorong untuk mengikuti gerbong peningkatan mutu prodi melalui penerapan SPMI mengingat peringkat akreditasi prodi di luar P. Jawa dan Indonesia bagian timur masih belum menggembirakan dan perlu perhatian khusus dari pemerintah dalam hal ini Direktorat Penjaminan Mutu.

 

Acara dibuka oleh Kasubdit Penguatan Mutu, Masluhin mewakili Direktur Penjaminan Mutu menyampaikan bahwa membangun budaya mutu butuh visi pimpinan, semangat, kebersamaan, dan keteguhan hati, serta kesabaran para pemangku kepentingan karena membangunnya perlu waktu, tidak bisa diwujudkan dalam waktu singkat. Tidak seperti membangun Candi Roro Jonggrang yang hanya semalam dan gagal. Membangun Budaya seperti membangun bahteranya Nabi Nuh, AS yang perlu waktu bertahun-tahun dengan berbagai ujian yang pada akhirnya mampu menyelamatkan umat manusia dan binatang dari kepunahan.

“Gunakan kesempatan dengan baik karena institusi Bapak Ibu dan masyarakat kita sedang menunggu hasil pelatihan. Bapak Ibu sekalian adalah ujung tombak untuk meningkatkan mutu prodi dan perguruan tingginya, Bapak Ibu sekalian adalah pejuang mutu,”  tegas Kasudit Penguatan Mutu mengakhiri sambutannya.

Lokakarya berlangsung tiga hari dengan penekanan pada praktik penyusunan dokumen SPMI, antara lain Dokumen Kebijakan SPMI, Dokumen Manual SPMI, Dokumen Standar yang digunakan SPMI, dan Formulir SPMI. Peserta dibagi dalam tiga kelas untuk berdiskusi dan menyusun dokumen SPMI. Setiap kelas 30 orang  dan masing-masing kelas dididampingi 2 orang fasilitator. (HAZ/HKLI)