Home » Berita

Menjaring Calon Guru Profesional Demi Generasi Emas 2045

06/06/2018

Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan pada 02 Juni 2018 sampai 04 Juni 2018 menyelenggarakan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Program Pofesi Guru (PPG) Prajabatan Bersubsidi di 34 Lembaga Pendidikan Tinggi Keguruan (LPTK) seluruh Indonesia.

Pada periode kedua ini, jumlah mahasiswa yang mendaftar sebanyak 25.793. Jumlah tersebut kemudian disaring melalui seleksi administrasi sehingga menghasilkan 14.993 mahasiswa untuk mengikuti Test Potensi Akademik (TPA), Test Kemampuan Bidang (TKB) serta Test Kemampuan Bahasa Inggeris (TKBI)  tertulis secara online sebanyak.

Tak berhenti pada seleksi online, setelah mereka lulus tes tersebut, mereka wajib mengikuti Tes Wawancara untuk mengetahui Bakat, Minat dan Kepribadian (BMK) dengan salah satu pengujinya adalah seorang psikolog. Setelah lulus test MBK mereka langsung mengikuti proses pembelajaran PPG pada awal Agustus 2018.

Demi menjamin terjadinya seleksi yang berkualitas guna mendapatkan calon guru terbaik, Paristiyanti Nurwardani selaku Direktur Pembelajaran melakukan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan seleksi mahasiswa PPG tersebut di Universitas Negeri Medan. Dalam kesempatan itu ia menyampaikan bahwa kualitas guru yang dihasilkan LPTK harus mampu menjawab berbagai tantangan pendidikan Indonesia.

seleksi ppg“Seleksi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas calon guru mengikuti proses pembelajaran PPG, sehingga dapat meningkatkan mutu pembelajaran PPG yang berdampak pada kualitas lulusan calon guru sekolah,“ harapnya.

Ia mengatakan bahwa input calon mahasiswa yang hebat kemudian melaksanakan proses pembalajaran PPG di LPTK yang hebat maka akan menghasilkan  calon guru-guru yang hebat untuk mendidik anak bangsa yang hebat menuju Indonesia Emas di Tahun 2045.

Paristiyanti menyebutkan bahwa seleksi ini sesuai dengan amanah regulasi di Indonesia. “Seleksi ini adalah merupakan implementasi dari Permenristekdikti No. 55 Tahun 2017 yang diharapkan setelah mereka lulus seleksi akan melaksanakan proses pembelajaran di LPTK kemudian wajib mengikuti uji kompetensi mahasiswa pendidikan profesi guru (UKMPPG),” terangnya.

Dalam Kesempatan yang sama di Universitas Negeri Makasar, Ramli Umar selaku Direktur Program PPG menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan seleksi PPG Prajabatan tahun ini minat peserta sangatlah besar sehingga persiapan sarana prasarana dan tenaga pengawas harus lebih ditingkatkan.

“Harapan baik untuk masa depan pendidik di Indonesia dilihat dari besarnya antusias lulusan sarjana untuk mengikuti program PPG bersubsidi periode kedua ini. Calon mahasiswa terbaiklah yang akan mengikuti PPG. Namun, besarnya animo itu harus kita dukung dengan sarana dan prasarana dalam seleksi yang berkualitas,” ujarnya.

Penyiapan guru sebagai profesi dinyatakan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Di samping guru harus berkualifikasi S1, guru harus memiliki sertifikat profesi pendidik yang diperoleh melalui pendidikan profesi.

Ramli Umar mengharapkan bahwa calon peserta yang lolos dari seluruh rangkaian seleksi PPG bisa menjadi guru berkualitas. Pasalnya, program Studi PPG yang dirancang secara sistematis dan menerapkan prinsip mutu mulai dari seleksi, proses pembelajaran dan penilaian, hingga uji kompetensi, diharapkan akan menghasilkan guru-guru masa depan yang profesional yang dapat menghasilkan lulusan yang unggul, berkarakter, kompetitif, dan yakin bahwa pancasila sebagai satu-satunya landasan hidup berbangsa dan bernegara, serta cinta tanah air.

(EM/HKLI)