Home » Berita

Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Mendorong Terwujudnya Penerapan Kurikulum Pendidikan Tinggi Vokasi Mengacu Era Industri 4.0

19/05/2018

Bali – Belmawa. Sesuai amanat UU No. 12 Tahun 2012 pasal 35 tentang Pendidikan Tinggi menyatakan bahwa Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) merupakan seperangkat rencana  dan  pengaturan  mengenai tujuan,  isi,   dan bahan   ajar   serta   cara   yang  digunakan   sebagai pedoman   penyelenggaraan   kegiatan   pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tinggi. Kurikulum dikembangkan oleh setiap perguruan tinggi berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) untuk setiap program studi yang mencakup pengembangan kecerdasan intelektual, akhlak mulia dan keterampilan. Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) pada tahun 2018 ini telah merancang sejumlah progam terkait dengan pengembangan dan penerapan KPT di perguruan tinggi. Penerapan KPT tersebut diharapkan dapat menghasilkan lulusan-lulusan yang unggul dan berkarakter dan mempunyai nilai-nilai kebangsaan serta relevan dengan  pembangunan nasional termasuk kebutuhan tenaga terdidik dan terampil di era revolusi industri 4.0 (revolusi industri generasi ke empat).

Dalam upaya  untuk  mendorong terwujudnya penerapan KPT berorientasi Era Industri 4.0 di seluruh perguruan tinggi vokasi, pada tanggal 17 Mei 2018 sampai dengan 19 Mei 2018 di Hotel Harris Bali, telah diadakan Bimbingan Teknis(Bimtek) Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tinggi Vokasi yang diikuti oleh 80  perguruan tinggi ( akademik dan vokasi) dari kopertis wilayah VIII. Masing-masing perguruan tinggi diwakili oleh 2 (dua) orang tim pengembangan kurikulum pendidikan tinggi.

Bimtek ini bertujuan untuk : meningkatkan mutu pembelajaran pendidikan tinggi yang bermuara pada peningkatan mutu lulusan. dan  terciptanya forum komunikasi antar program studi dan saling berbagi pengalaman dibidang pengembangan kurikulum, serta untuk memotret permasalahan yang menghambat implementasi kurikulum yang berorientasi KKNI dan mengacu pada SN Dikti  serta untuk menghadapi Era Industri 4.0 di perguruan tinggi.

Bimtek ini dibuka oleh  Edi Mulyono selaku Kepala Sub Direktorat Pendidikan Vokasi dan Profesi Direktorat Pembelajaran, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa dalam menghadapi tantangan dan persaingan global, ratifikasi Indonesia di berbagai konvensi internasional serta menghadapi Globalisasi dan Era Industri 4.0 maka penerapan kurikulum dan CP berorientasi KKNI dan Era Industri 4.0 harus segera dilaksanakan, dan diharapkan lulusan perguruan tinggi menjadi lulusan yang unggul dan berkarakter serta meliliki kompetensi yang berhubungan dengan 3 (tiga) literasi baru yaitu : technology literacy, Big Data literacy serta Humanity literacy. Beliau juga menyampaikan tentang permasalahan bangsa saat ini yaitu rendahnya cinta tanah air, radikalisme, intoleransi, kurang siap menghadapi MEA, narkoba, dan pengangguran sarjana dan menurut penelitian Bank Dunia kritik terhadap lulusan adalah : English proficiency, leadership, organization, communication,  higher order thinking, dan IT skills.

bimtek bali2-editedKemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh AAN Rai Indra Wardana selaku Sekretaris Pelaksana Koopertis Wilayah VIII, beliau menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap pelaksanaan bimtek ini dan berharap dapat ditingkatkan jumlah peserta dari perguruan tinggi diwilayahnya, beliau juga menyampaikan  bahwa bimtek pengembangan kurikulum yang dilaksanakan di wilayah kopertis VIII ini sangat membantu dalam mengembangkan kompetensi para dosen penyusun kurikulum di perguruan tinggi masing-masing. Beliau berharap para peserta bimtek dapat menularkan pengetahuannya kepada para dosen lain yang tidak dapat hadir pada bimtek ini.

Didalam workshop ini sebagai pengayaan juga disajikan materi oleh DR. Iur Damos Dumoli Agusman, SH,. MA selaku Direktur Jenderal Kerjasama dan Perjanjian Luar Negeri Kementerian Luar Negeri, dengan tema : Kerjasama Luar Negeri Bidang Pendidikan dan oleh A.M. Adiyarto Sumardjono dari Kementerian Sekretariat Negara dengan Tema Kerjasama antar Kelembagaan setelah itu para tim pengembang kurikulum menyajikan materi dengan topik : Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi, Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester, dan Strategi Pembelajaran, serta Format  contoh Penyusunan Rencangan Pembelajaran Semester (RPS)  mengacu pada SN Dikti serta Strategi Pembelajaran, juga  dilanjutkan dengan praktek pengembangan kurikulum dan diskusi yang cukup interaktif. Setelah para peserta mendapatkan pengetahuan tentang sistematika penyusunan kurikulum pendidikan tinggi, maka dilanjutkan dengan sesi menyusun dan menyajikan kurikulum dari masing masing program studi (prodi) para peserta.

Tindak lanjut dari workshop ini diharapkan agar setiap peserta segera menerapkan kurikulum mengacu SN Dikti dan berorientasi KKNI serta mengacu pada era industri 4.0. Direktorat Jenderal Pembelajaran dan kemahasiswaan akan lebih intensif melakukan  bimtek secara  berkelanjutan, dan menyusun panduan ringkas tentang penyusunan KPT, CP serta penilainnya. Sebelum dan setelah dilakukan bimtek dilakukan pretest dan post test untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta dalam mengembangkan kurikulum pada era industri 4.0. (EM/HKLI)