Home » Berita

Kemenristekdikti Canangkan KKN Tematik : Atasi Pencemaran dan Kerusakan DAS Sungai Citarum

05/05/2018

Bandung (3/5/2018) Sungai menjadi bagian yang sulit dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Sungai tidak hanya terdapat di pedesaan namun terdapat juga di area kota. Sungai memiliki berbagai fungsi diantaranya sebagai tempat menampung hujan, mengalirkan air ke dataran rendah, tempat hidup suatu ekosistim, Ladang mata pencaharian penduduk, Pembangkit Listrik Tenaga Air, Tempat berolahraga dan berekreasi, Pemenuhan kebutuhan air sehari-hari. Fungsi itulah yang seharusnya terjadi pada Sungai Citarum namun saat ini Sungai Citarum mengalami disfungsi bahkan sungai Citarum diberi label Sungai terkotor di Dunia.

Menyadari fungsi sungai yang sangat trategis dan imbas image yang tidak baik, Presiden Republik Indonesia menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan  Daerah Aliran Sungai Citarum. Perpres tersebut memberikan tugas kepada Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan yakni memberikan dukungan dengan memfasilitasi riset dan keikutsertaan akademisi dalam inovasi pengendalian DAS Citarum, serta kuliah kerja nyata tematik. Tugas inilah mendorong Kemenristekdikti untuk melaksanakan program kegiatan KKN Tematik sebagai bagian dari Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal itu disampaikan oleh Menristekdikti Mohamad Nasir dalam sambutannya pada acara pencanangan KKN Tematik di Gedung Graha Sanusi Universitas Padjajaran Bandung tanggal, 3 Mei 2018. “KKN Tematik Citarum ini sebagai respon dari Kemenristekdikti mendukung program Presiden Jokowi Dodo (Jokowi) untuk menyelesaikan masalah di Sungai Citarum. Lebih lanjut dikatakan Nasir kegiatan KKN Tematik melibatkan Perguruan Tinggi yang ada di Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta “Seluruh rektor di Jabar dan perguruan tinggi di Jabar dan DKI kita kordinasikan. Nanti kami kapling dari hulu, tengah dan hilir dalam menempatkan mahasiswa KKN, misalnya Universitas Padjajaran melaksanakan KKN di lokasi A, Institut Pertanian Bogor di  lokasi B begitu seterusnya sehingga secara bersama-sama mampu memberikan hasil yang nyata dari pelaksanaan KKN Tematik ini” tegasnya.

Nasir menambahkan untuk langkah awal telah ditempatkan mahasiswa sebanyak 250 orang di lapangan “pada hari ini sebanyak 250 mahasiswa KKN dilepas ke lapangan dan kegiatan ini akan terus berjalan sehingga target Pemerintah selama 7 tahun dapat tercapai namun target kita dua tahun sudah ada hasil yang signifikan pertama air harus semakin bersih, kedua ekonomi masyarakat harus makin baik, tiga kesehatan harus makin baik, ” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Maritim Luhut Binsar Panjaitan menegaskan bahwa persoalan Sungai Citarum merupakan persoalan yang harus diselesaikan dengan segera dan menjadi perhatian semua pihak “semua pihak untuk sama-sama mendukung program Citarum Harum. Penyelesaian masalah Citarum tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Tapi semua pihak, mulai dari akademisi, pengusaha dan juga masyarakat” tegasnya. 

Luhut mengingatkan kepada mahasiswa KKN agar  mahasiswa tidak hanya memiliki pengetahuan tetapi juga harus mampu melakukan inovasi-inovasi dalam kegiatan KKN “Mahasiswa tidak hanya memiliki pengetahuan semata tetapi mampu melahirkan inovasi-inovasi setelah berada di lokasi KKN” ucapnya.

Acara Pencanangan KKN Tematik dihadiri juga oleh Sesjen Wantanas Mayjen TNI Doni Monardo, pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Rektor Unpad Tri Hanggono Ahmad dan ratusan mahasiswa dari berbagai universitas. Mulai dari Unpad, ITB, UI, IPB dan universitas lainnya. Selesai acara Pencanangan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan dan  Menristekdikti berkesempatan melakukan teleconference dengan mahasiswa yang ada di lokasi KKN Tematik di Desa Tramajaya  sekaligus menyaksikan secara langsung penanaman bibit tanaman kopi olehMahasiswa, TNI dan Masyarakat.

(Nuril F Dit. Pembelajaran)