Home » Direktorat Pembelajaran

Panduan Penyusunan Proposal Hibah Pengembangan Model Joint Curriculum

18/04/2018

Dengan masuknya Indonesia pada Mayarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tanggal 31 Desember 2015, maka kita telah berada pada situasi “Free Flow of Services” dan “Free Flow of Skilled Labor”, sehingga dituntutlah pekerja berkompeten yang berkualifikasi regional dan global yang mempunyai keterampilan atau keahlian khusus, pengetahuan atau kemampuan di bidangnya (skilled labor). Dengan demikian, perlu upaya pengakuan tenaga kerja professional di bidang jasa, berupa penyusunan “ASEAN Mutual Recognition Arrangement (MRA)”. Berada pada era MEA tersebut akan semakin banyak tantangan yang akan dihadapi dalam upaya kita untuk membangun sumberdaya manusia. Keadaan mendatang tidak akan ketat lagi pada batas-batas wilayah dan akan terjadi suatu kegiatan yang lintas batas serta persaingan antar wilayah maupun antar bangsa yang bersifat global akan semakin ketat (“hypercompetitive”).

Untuk meningkatkan daya saing sumberdaya manusia tersebut, maka diperlukan usaha peningkatan efektivitas, efisiensi, produktivitas, kreativitas, inovasi, mutu, dan relevansi pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, melalui berbagai upaya dari perguruan tinggi antara lain melalui kerjasama perguruan tinggi. Kerja sama perguruan tinggi ini dilaksanakan dengan prinsip: mengutamakan kepentingan pembangunan nasional, menghargai kesetaraan mutu, saling menghormati, menghasilkan peningkatan mutu pendidikan, berkelanjutan; dan mempertimbangkan keberagaman kultur yang bersifat lintas daerah, nasional, dan/atau internasional. Kerja sama perguruan tinggi tersebut adalah kesepakatan antara perguruan tinggi di Indonesia dengan perguruan tinggi, dunia usaha, atau pihak lain, baik 
di dalam maupun di luar negeri.

Untuk itu perguruan tinggi dapat melakukan kerja sama baik bidang akademik maupun bidang non-akademik dengan perguruan tinggi lain, dunia usaha, atau pihak lain, baik dalam negeri maupun luar negeri. Kerja sama bidang akademik dan/atau bidang non-akademik dengan perguruan tinggi lain, dunia usaha, atau pihak lain, baik dalam negeri maupun luar negeri melalui modus penawaran dan/atau permintaan yang diselenggarakan dengan pola: pembimbing – dibimbing; dan/atau kolaborasi.

Kerja sama bidang akademik antarperguruan tinggi dapat dilakukan melalui: penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat; penjaminan mutu internal; program kembaran; gelar bersama; gelar ganda; pengalihan dan/atau pemrolehan angka kredit dan/atau satuan lain yang sejenis; penugasan dosen senior sebagai pembina pada perguruan tinggi yang membutuhkan pembinaan; pertukaran dosen dan/atau mahasiswa; pemanfaatan bersama berbagai sumber daya; pengembangan pusat kajian Indonesia dan budaya lokal; penyelenggaraan seminar bersama; dan/atau hal lain yang dianggap perlu. Kerja sama bidang akademik antarperguruan tinggi dapat diawali dan dilakukan melalui pengalihan dan/atau pemerolehan kredit dan/atau satuan lain yang sejenis merupakan kerja sama yang dilaksanakan dengan cara saling mengakui hasil proses pendidikan yang dinyatakan dalam satuan kredit semester atau ukuran lain di antara: (a) program studi yang sama dengan strata yang sama; (b) program studi yang sama dengan strata yang berbeda; (c) program studi yang berbeda dengan strata yang sama; dan/atau (d) program studi yang berbeda dengan strata yang berbeda. Untuk mendapatkan pengakuan hasil proses pendidikan tersebut, dapat dimulai dengan menyelenggarakan mobilitas mahasiswa melalui program transfer kredit/pemrolehan kredit (credit transfer/earning) dan selanjutnya dapat ditingkatkan dengan menyusun kurikulum bersama (Joint Curriculum).

Panduan ini merupakan Panduan Umum pengajuan Hibah Pengembangan Model Joint Curriculum yang disusun dengan maksud agar pelaksanaan kegiatan Joint Curriculum yang dikoordinasikan Ditjen Belmawa dan diterapkan di perguruan tinggi memiliki gambaran tentang bagaimana merencanakan, mengorganisasikan, menyelenggarakan serta mengevaluasi program yang dimaksud.

Isi panduan diawali dengan gambaran secara umum tentang penyelenggaraan program Joint Curriculum yang dilanjutkan dengan uraian lebih terperinci tentang  tata cara pengajuan proposal Hibah Pengembangan Model Joint Curriculum.

Semoga panduan ini bermanfaat bagi perguruan tinggi yang berencana untuk mengembangkan program Joint Curriculum dengan Perguruan Tinggi luar negeri dan dapat dijadikan sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas perguruan tinggi dalam aspek pembelajaran, kelembagaan maupun kompetensi dan wawasan mahasiswa.

 

Direktur Pembelajaran

ttd

Paristiyanti Nurwardani

Lampiran :

Panduan Joint Curriculum 2018