Home » Berita

LULUSAN PERGURUAN TINGGI YANG BERMUTU SIAP HADAPI ERA PERSAINGAN GLOBAL

13/04/2018

Lampung – Ditjen Belmawa. Upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi (PT) terus dilakukan oleh Direktorat Penjaminan Mutu, Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan dengan melaksanakan Lokakarya Penyusunan Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) batch kedua di Bandar Lampung pada 9-11 April 2018. Hadir dalam lokakarya antara lain Kepala Sub Direktorat Penguatan Mutu, Masluhin Hajaz dan Kepala Seksi Peningkatan Mutu, Octa Nugroho, fasilitator SPMI antara lain Tirza Hanum, Siti Herlinda, Hisar Sirait, Desiana Vidayanti, Emma Hermawati, dan Nan Rahminawati.

Lokakarya diikuti 78 peserta dari 26 PT di wilayah Sumatera bagian selatan dan beberapa PT di Jakarta, masing-masing mengirimkan Ketua Penjaminan Mutu dan Kepala Program Studi-nya, antara lain Akademi Keperawatan Andalusia Jakarta, Akademi Keperawatan Bina Insani Sakti, Akademi Keperawatan Pangkalpinang, Akademi Komunikasi Media Radio dan TV Jakarta, Akademi Maritim Sapta Samudra, Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin, dan STIKES Perintis Padang.

Lokakarya diawali laporan pelaksanaan kegiatan sekaligus pembukaan oleh Kasubdit Penguatan Mutu,  Masluhin Hajaz, dan harapannya agar PT berhasil meluluskan generasi muda yang berdaya saing. “Kita membutuhkan perguruan tinggi yang bermutu untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing dalam menghadapai era persaingan global saat ini. Perguruan tinggi dan prodi yang masih terakreditasi C siap-siap tutup karena ditinggalkan mahasiswanya,” ujar Masluhin. “Oleh karena itu Bapak-Ibu yang kali ini hadir agar bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan karena institusi Bapak-Ibu sedang menunggu hasil pelatihan ini. Bapak-Ibu adalah ujung tombak untuk meningkatkan mutu prodi dan perguruan tingginya,” harap Kasubdit Penguatan Mutu.

Agenda kegiatan lokakarta dilanjutkan dengan paparan Program dan Kegiatan Direktorat Penjaminan Mutu 2018 oleh Kasubdit Penguatan Mutu. Dalam paparannya, Masluhin mengatakan bahwa terlihat trend positif peningkatan mutu prodi dari tahun 2015 sampai Maret 2018, prodi dengan akreditasi A dan B semakin meningkat dan sebaliknya prodi dengan akreditasi C semakin menurun. Ini artinya intervensi yang dilakukan Direktorat Penjaminan Mutu sudah berjalan di track yang benar dan kerja bersama tim penjaminan mutu dan para fasilitator SPMI memperlihatkan hasil yang menggembirakan.

Lokakarya berlangsung tiga hari dengan penekanan pada praktik penyusunan dokumen SPMI, antara lain Dokumen Kebijakan SPMI, Dokumen Manual SPMI, Dokumen Standar yang digunakan SPMI, dan Formulir SPMI. Peserta dibagi dalam tiga kelas untuk berdiskusi dan menyusun dokumen SPMI. Kelas A sebanyak 25 orang didampingi fasilitator Desiana Vidayanti dan Siti Herlinda, kelas B sebanyak 29 orang didampingi fasilitator Tirza Hanum dan Emma Hermawati Muhari, dan kelas C sebanyak 23 didampingi fasilitator Hisar Sirait dan Nan Rahminawati.

Setiap PT membentuk kelompok belajar untuk berdiskusi menyusun dokumen SPMI. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil kerjanya di hadapan peserta dan fasilitator untuk mendapatkan masukan dan perbaikan. Di akhir program, semua dokumen hasil latihan di-share untuk semua peserta dengan harapan masing-masing PT sudah memiliki draf dokumen SPMI untuk disesuaikan dengan masing-masing kondisi PT.  Direktorat Penjaminan Mutu akan melakukan monitoring dan evaluasi implementasi SPMI di PT peserta, peserta yang sukses melaksanakan diseminasi SPMI dan implementasi SPMI di PT-nya akan diikutkan dalam Lokakarya Audit Mutu Internal (AMI) di tahun berikutnya. (HAZ/HKLI)