Home » Berita

PJJ Tahun 2018 Harus Tersebar Luas

07/04/2018

Solo, Belmawa. 6 April 2018, Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya. PJJ menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi informasi dan komunikasi, serta media lain sebagaimana disampaikan oleh Kasubdit Pembelajaran Khusus (Sirin Wahyu Nugroho) pada acara sosialisasi PJJ dan SPADA Indonesia. Kegiatan sosialisasi bertempat di Universitas Sebelas Maret tanggal 6 April 2018 yang dihadiri oleh 200 orang dosen dari 43 perguruan tinggi di wilayah Jawa Tengah. Sebelumnya, sosialisasi telah dilakukan di dua tempat yaitu wilayah Sorong dan sekitarnya, serta wilayah Jakarta dan Jawa Barat yang dihadiri kurang lebih 425 orang dosen dari 80 perguruan tinggi.

Dalam sambutan ini, Sirin juga menyampaikan harapannya kepada para dosen. Para dosen diharapkan dapat melakukan kolaborasi dengan Belmawa dan menyampaikan informasi PJJ dan SPADA ke para dosen yang ada di perguruan tinggi masing-masing. Salah satu harapan bentuk kolaborasi ini adalah pengajuan proposal hibah SPADA Indonesia dari para dosen lebih banyak dari proposal tahun sebelumnya (650 proposal), 183 proposal diterima.

Pada sosialisasi PJJ dan SPADA Indonesia, turut hadir dan memberikan sambutan ketua Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) Prof. Dr. Muh. Nizam, ST. MT. Beliau menyampaikan tatangan yang saat ini kita hadapi adalah industri 4.0. Salah satu cara dalam menghadapi tantangan ini adalah dengan memanfaatkan teknologi dan bagaimana cara materi/konteks pembelajaran disampaikan dengan baik. Sehingga peserta didik dapat berfikir kritis, kreatif, dan berkomunikasi dengan baik.

Pada tahun 2018, Belmawa telah mengumumkan hibah pengembangan dan penyelenggaraan SPADA Indonesia yang difokuskan pada mata kuliah daring alih kredit, mata kuliah hybrid/blended learning, dan mata kuliah terbuka. Program hibah ini terbuka bagi semua dosen tetap dengan program studi terakreditasi minimal B dan setiap pengusul hanya dapat mengajukan 1 (satu) proposal, sebagimana disampaikan oleh narasumber sosialisasi PJJ dan SPADA Indonesia (Dr. Hari Wibawanto). Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa mata kuliah yang ditawarkan melalui SPADA harus melalui proses penjaminan mutu konten, penjaminan mutu proses belajar, penjaminan mutu evaluasi hasil belajar, dan penjaminan mutu program. Mata kuliah yang dapat ditawarkan melalui SPADA Indonesia tidak harus mendapat hibah, boleh ditawarkan dengan syarat memenuhi proses penjaminan mutu tersebut. (AGSS/HLMY)