Home » Berita

Intan Ahmad: Pentingnya Pendekatan Pembelajaran Inovatif

07/03/2018

Yogyakarta-Belmawa. Memasuki era revolusi industri 4.0, dunia pendidikan harus mampu mempersiapkan lulusan yang menguasai literacy technology, literacy data, data coding, humanity literacy, yang dapat dijadikan modal dalam persaingan global sehingga mampu untuk menunjukkan eksistensinya. Oleh karena itu peran perguruan tinggi sangat penting dalam menerapkan pendekatan pembelajaran inovatif yang berbasis student centered learning.

“Dalam menghadapi tantangan globalisasi yang selalu berubah, kompetitif, dan semakin kompleks, melalui era revolusi industri 4.0, kita harus terus meningkatkan kualitas tenaga kerja agar mampu menghadapi tantangan sekaligus bersaing dengan pekerja asing” Hal tersebut ditegaskan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Prof. Intan Ahmad saat memberi  sambutan dalam acara Focus Group Discussion rangkaian Seminar Internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta dan INDOPED Rabu (7/3).

Acara ini merupakan proyek yang dijalankan INDOPED (Denmark, Finlandia, Belanda, Spanyol, Polandia dan Indonesia) dengan dukungan Grant dari Europian Commision untuk memajukan pendidikan tinggi di Indonesia melalui praktik pedagogik. Proyek ini menurut Prof. Intan, memberikan nilai jual yang lebih kepada sistem pendidikan tinggi di Indonesia yang relevan dengan misi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Lebih lanjut Prof. Intan menjelaskan, institusi pendidikan tinggi secara otomatis harus memposisikan diri untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kualifikasi lulusan universitas. “Yang pasti, kita harus siap menghadapi tantangan terbesar di mada depan dengan daya saing di tingkat global”. Ujarnya.

Proyek INDOPED ini dimulai pada bulan Oktober 2015 dan akan berakhir Oktober 2018 telah mampu meningkatkan kapasitas pengajaran pada beberapa universitas di Indonesia yang menjadi Pilot project dari INDOPED antara lain Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Syiah Kuala Aceh, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Binus Internasional, dan Universitas Widya Mandala Katolik dengan memperkenalkan dan mengimplementasikan 10 (sepuluh) pendekatan pedagogis dan praktik pembelajaran aktif di Eropa yaitu Project Hatchery, Gamification, Innovation Camps, Learning by Teaching, Story Telling, Project Market Research, Project Module, Learning to Learn by Case, and Rubric Assessment tegas Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Program INDOPED telah melaksanakan 20 mata kuliah percontohan dengan menjangkau 100 dosen dan 3.000 mahasiswa. “Saya berharap pada pak Hari selaku Manajer INDOPED  membantu agar proyek ini tetap berlanjut. Tapi yang paling penting adalah kita harus menemukan bagaimana cara membuat pendekatan pembelajaran inovatif yang berharga, dilaksanakan dengan baik dan bahkan lebih dari itu, kita dapat menyebarluaskan ke lingkup pendidikan tinggi yang lebih luas di Indonesia.” Jelas Prof. Intan.

Karena itu, Prof. Intan meminta dilakukan Focus Group Discussion untuk membahas analisis kebutuhan kolaborasi masa depan di Finlandia pada minggu pertama bulan Mei 2018 “Jika memungkinkan, kami ingin berdiskusi dengan pemangku kepentingan dari Uni Eropa” ujarnya.

Pada kesempatan FGD tersebut, Prof. Intan menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada INDOPED, Pimpinan LPTK dan Rektor Universitas  Negeri Yogyakarta yang telah mengikuti kegiatan FGD ini dan sangat menghargai serta menyambut baik komentar, gagasan dan rekomendasi konstruktif untuk masa depan dan tindak lanjut implementasi pengembangan Pendidikan Tinggi di Indonesia. “Terima kasih dan penghargaan saya sampaikan pada INDOPED, Pimpinan LPTK dan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta yang telah mengikuti kegiatan ini dan saya sangat menghargai serta menerima komentar, gagasan dan rekomendasi yang konstruktif untuk masa depan Pendidikan Tinggi di Indonesia.” ungkapnya.