Home » Berita

Aris Junaidi : Optimalkan fasilitator SPMI untuk meningkat Mutu Perguruan Tinggi

20/12/2017

Semarang – UNWAHAS. Aris Junaidi Direktur Penjaminan Mutu, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemristekdikti dalam kegiatan bimbingan teknis Sistem Penjaminan Mutu Internal(SPMI) yang dilaksanakan di Universitas Wahid Hasyim Semarang(UNWAHAS) Rabu 20 Desember 2017, menyampaikan  kepada peserta agar dapat memahami implementasi SPMI. Karena saat ini pemerintah bertanggung jawab penuh kepada penyelenggara institusi Perguruaan Tinggi. Semuanya sama tidak membedakan PTS dan PTN.

Semangatnya ingin mengawal proses penjaminan mutu, harapannya semua peserta dapat memahami dan mengambil pembelajaran bagaimana implementasi permenristekdikti tentang SPM-Dikti (Sistem Penjaminan Mutu  Pendidikan Tinggi). Saat ini sudah terdapat  28 fasilitator pusat dan 2200 fasilitator wilayah, Aris berpesan kepada peserta bimbingan teknis agar mengoptimalkan keberadaanya, karena fasilitator bertugas untuk membimbing perguruan tinggi bagaimana mencapai mutu yang baik, dan untuk mendapatkan pemahaman lebih jauh tentang SPMI. Fasilitator tersebut akan kita tambah terus sehingga proses peningkatan dan membangun budaya mutu  membuat proses input , pembelajaran, incomeoutcome , impact dapat terukur.

Pada akhir sambutannya Aris Mengucapkan terima kasih kepada UNWAHAS sebagai host, mudah-mudahan bimbingan teknis dapat berlangsung  dengan baik sehingga dapat meningkatkan dan mepertahankan kualitas lulusan. “Dengan mengucapkan basmallah kegiatan bimbingan teknis SPMI secara resmi dibuka “tutup Aris dalam Sambutannya.Syahrul Aminullah

Hadir juga Kasubdit Pengembangan Sistem Mutu Syahrul Aminullah, menyampaikan kepada peserta bahwa kontribusi atau partisipan dari Perguruan Tinggi(PT) belum maksimal untuk SPMI. Kegiatan penjaminan mutu seperti diseminasi, workshop, dan bimbingan teknis rutin dilakukan, juga dilakukan kegiatan yang sama di Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama(LPTNU) seperti baru-baru ini telah dilaksanakan di wilayah se-Jawa Barat. Selanjutnya rencana kedepan SPMI  akan diikuti juga dengan Program asuh dimana PT  yang masih perlu ditingkatkan akan mendapatkan hibah pendanaan.  Terdapat juga layanan Klinik SPMI yang merupakan layanan untuk masyarakat khususnya entitas PT agar lebih memahami spmi dan SPM-Dikti.

Pada akhir paparanya Syahrul berharap melalui bimbingan teknis akan ada peningkatan akreditasi. LPTNU kedepan dapat bersaing dengan PT lainnya. Intinya ada beberapa program Kemristekdikti seperti bimtek diseminaai, dan workshop untuk membimbing PT di seluruh Indonesia. Kami juga selalu ada untuk melayani memfasilitasi bapak ibu sekalian dalam meningkatkan mutu Pendidikan Tinggi. Tutup Shahrul dalam paparannya.

Bimbingan teknis SPMI yang diikuti oleh 40 PTS Internal Regional Jawa Tengah & D.I Jogyakarta ini berlangsung selama 2 hari, dibimbing oleh fasilitator pusat dan fasilitator wilayah, memberikan pengalaman dan best practice dalam implementasi SPMI di PT masing-masing. Adapun tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk memberikan arahan dan bimbingan kepada PTS agar dapat mengimplementasikan SPMI ditempat masing-masing (WAS/editor:HKLI).