Home » Berita

Generasi Muda Didorong Untuk Berwirausaha Berbasis Sainstek

23/11/2017

Pontianak – Belmawa. Menghadapi tantangan globalisasi, urgensi kewirausahaan tak terelak lagi. Di Indonesia, salah satu pekerjaan rumah yang masih perlu diselesaikan adalah permasalahan pengangguran terdidik. Terlebih semakin majunya perkembangan teknologi mulai mengurangi beberapa jenis pekerjaan karena adanya bentuk kecerdasan buatan. Oleh karena itulah kewirausahaan perlu ditingkatkan, yang dapat dimulai sejak dini, yaitu dengan pembekalan keterampilan kewirausahaan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan perguruan tinggi.

Terkait dengan hal tersebut, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) merintis beberapa program kewirausahaan, yaitu Program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI), Program Belajar Bekerja Terpadu (Co-op), dan Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K), yang bertujuan untuk memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan di diri mereka. Puncak dari kegiatan kewirausahaan tersebut adalah Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI), yang tahun ini Pontianak berkesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tahunan tersebut.

Selain untuk menggelorakan semangat kewirausahaan mahasiswa Indonesia, Expo KMI digelar sebagai suatu forum bagi para pengusaha muda perguruan tinggi untuk dapat membangun kerja sama dan jaringan dengan perguruan tinggi dan pengusaha lain. Tak hanya berbentuk pameran, dalam Expo KMI ini akan ada KMI Award, yaitu bentuk apresiasi kepada peserta delegasi KMI yang terbaik dalam kategori wirausaha dan stand pameran.

Dengan mengusung tema “Keberagaman Indonesia Sebagai Kekuatan Wirausaha Mahasiswa Dalam Ekonomi Global, Power and Harmony in Diversity”, esensi dari kegiatan ini adalah untuk menjalin hubungan baik antar mahasiswa yang harmonis dan kuat dalam keberagaman untuk memperkokoh kekuatan kewirausahaan mahasiswa Indonesia. Mahasiswa dan perguruan tinggi sebagai elemen bangsa, harus saling bekerjasama dalam memikul beban dan tanggung jawab tersebut sebagai agen peningkatan kualitas sumber daya, peningkatan ekonomi, dan sebagai pengikat dan perajut keharmonisan ragam budaya Indonesia.

DSC_1199Dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) Hari Purwanto, Direktur Kemahasiswaan Ditjen Belmawa Didin Wahidin, dan Direktur Politeknik Negeri Pontianak Toasin Asha, Expo KMI VIII Tahun 2017 ini akan dilangsungkan hingga besok malam (24/11).

DSC_1385“Kita ingin kewirausahaan yang kekinian berbasis sains dan teknologi karena jika tidak ada pembaharuan sama saja dengan pasar tradisional. Jiwa kewirausahaan dibangun mulai dari generasi muda, karena mereka cepat bangkit jika mengalami kegagalan. Selain itu, anak muda memiliki energi yang berlebih sehingga harus disalurkan ke kegiatan yang positif,” ujar Didin Wahidin di sela-sela kegiatan pameran. (DRT/Editor/HKLI)