11th International Review Meeting on ASEAN International Mobility for Students

IMG-20171102-WA0024Bali- Belmawa. 11th International Review Meeting on ASEAN International Mobility for Students Tahun ini, Indonesia menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan review meeting on ASEAN International Mobility for Students atau yang lebih dikenal dengan program AIMS. Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mendapatkan amanah oleh SEAMEO RIHED untuk menyelenggarakan acara yang sudah berjalan selama 10 tahun. Pertemuan ini merupakan yang ke-11 dan tahun ke-8 pelaksanaan program pertukaran mahasiswa di kawasan ASEAN yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Pelaksanaan tahun ini berlangsung di hotel Grand Inna Kuta Bali yang dilaksanakan selama 4 hari, pada tanggal 1-4 November 2017. Selama 3 hari, peserta akan mendiskusikan pengalaman dan tantangan selama pelaksanaan AIMS berlangsung pada masing-masing negara. Pertemuan ini bertujuan untuk mencari solusi dalam memperbaiki program yang berjalan sudah selama 8 tahun. Pada hari ke-4, para peserta kembali ke negara masing-masing dengan membawa bekal baru bagi pelaksanaan AIMS berikutnya. Bu paris diskusi (2)

Tanggal 1 November 2017, acara telah dimulai dengan menjelaskan kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari oleh panitia SEAMO RIHED. Selanjutnya, para peserta dibagi ke dalam dua kelompok diskusi paralel. Dua kelompok dibagi dalam kelompok perwakilan program studi perguruan tinggi dan kelompok kantor urusan internasional. 10 Program studi membentuk konsorsium guna memprioritaskan pemecahan masalah yang dihadapi. Kelompok kantor urusan internasional juga membahas prioritas masalah serta solusi dan rencana bagi pelaksanaan program tahun depan.

Pada hari ini, 2 November 2017 tengah berlangsung pembukaan secara resmi yang dihadiri oleh perwakilan pemerintah dari beberapa negara seperti Brunei Darussalam, Indonesia, Jepang, Republik Korea, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan satu negara yang baru bergabung pada tahun ini yaitu Singapura. Kerja sama ini tidak hanya menarik negara kawasan ASEAN, tetapi juga negara di Asia Selatan seperti Jepang dan Republik Korea. Minat kerja sama antar negara pada bidang pendidikan tinggi dipandang penting untuk meningkatkan kesadaran global dan persahabatan antar negara pada satu kawasan.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Intan Ahmad, membuka secara resmi 11th Review Meeting on ASEAN International Mobility for Students (AIMS). Dalam sambutannya, Intan menekankan bahwa mahasiswa yang baik, tidak hanya tercermin dari nilai IPK yang bagus. Mahasiswa perlu dibekali dengan soft skill wawasan global, pengalaman pendidikan yang berbeda, kemampuan berbahasa, dan pengembangan jaringan pertemanan. Sehingga, menghasilkan individu professional yang siap bersaing di arena internasional dan kembali ke negara asal dengan pengalaman barunya.

Banyak harapan dengan diadakannya acara ini. Permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan AIMS dibahas oleh para peserta pada pertemuan pertama tanggal 1 November 2017 dalam bentuk disuksi paralel. Dikusi paralel dibagi ke dalam dua kelompok yaitu 10 konsorsium program studi dan kantor urusan internasional perguruan tinggi. Kemudian, masukan tersebut menjadi rencana strategis yang akan diimplementasikan pada tahun 2018 untuk mensukseskan pelaksanaan AIMS.

Sehingga, tujuan yang ingin dicapai dalam pertukaran mahasiswa antar negara ASEAN dan beberapa negara di Asia mampu dicapai. Semakin eratnya persahabatan antar negara kawasan, semakin meningkat kesadaran global pada diri mahasiswa, serta menumbuhkan minat dalam menghadapi tantangan regional. (HLMY/editor/HKLI)