UI Jadi Juara Debat Bahasa Inggris 2017

Finalis NUDC dari UI Semarang – Belmawa.  Universitas Indonesia(UI) menjadi juara Nasional National University Debating Championship (NUDC) setelah bertanding selama 5(lima) hari, UI berhasil meraih kemenangan setelah mengalahkan 3 (tiga) tim debater dibabak grand finals dari   Universitas Negeri Malang (UM),  Universitas Gajah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bertempat di kampus Universitas PGRS Semarang (UPGRIS) 7 September 2017.

Masa pertandingan yang berlangsung mulai 3 hingga 8 September 2017 meliputi keterampilan menulis, kemampuan berbicara, menyampaikan ide-ide serta menyampaikan pendapat terhadap juri, para juri berasal dari dosen Perguruan Tinggi ternama terpilih melalui proses seleksi dan juga  undangan alumni NUDC. Peserta yang berhasil menjadi juara akan diberi bantuan dana pembinaan dan berhak mendapatkan tiket kompetisi Internasional World Universities Debating Championship (WUDC) yang akan berlangsung pada akhir Desember 2017 di Meksiko.

Kejuaraan yang terdiri dari 336 orang peserta terdiri dari 112 Tim ini memperebutkan gelar juara nasional (champion) yang terdiri dari dua kategori main draw dan novice. Kategori main draw diperuntukkan bagi peserta yang pernah memenangi lomba debat tingkat nasional atau Internasional sebelum mengikuti NUDC, sedangkan kategori novice diperuntukkan bagi peserta yang belum pernah menang pada lomba debat tingkat nasional.

Hadir untuk menutup kejuaraan debat bahasa Inggris tingkat Perguruan Tinggi, Direktur Kemahasiswaan Didin Wahidin memberikan ucapan selamat, dan memberikan penghargaan kepada para juara, pada sambutannya Didin menyampaikan kegiatan ini amat strategis untuk seluruh peserta, dimana NUDC merupakan salah satu kegiatan dalam kerangka untuk menyamakan langkah bersama dalam mencapai tujuan nasional, Kejuaraan debat ini memerlukan keluasan wawasan, kemampuan berbahasa dan kemampuan berlogika.

Pendidikan di Indonesia selayaknya utuh baik dari sisi keilmuwan, karakter keindonesiaan, dan kemampuan bergaul secara global. Suasana kompetitif seperti ini masih terus dikembangkan untuk mencari orang-orang terseleksi menjadi duta Indonesia dimata Internasional, tegas Didin.

Pada akhir sambutannya Didin berpesan kepada para debater “anda memang  berkamampuan hebat, tetapi anda tidak boleh menjadi orang asing di negeri sendiri”.(WAS/Editor/HKLI)

Pemenang NUDC 2017