Home » Berita

Klasterisasi Perguruan Tinggi Indonesia Tahun 2017 Diumumkan Usai Upacara HUT RI Ke-72

18/08/2017

Serpong – Belmawa. Bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-72, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mengumumkan Klasterisasi Perguruan Tinggi Indonesia tahun 2017. Pengumuman tersebut disampaikan pada acara jumpa pers yang digelar usai upacara peringatan HUT RI Ke-72, pada hari Kamis, 17 Agustus 2017.

Didampingi oleh Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal, Para Direktur Jenderal, serta Staf Ahli Menteri di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir menyampaikan informasi terkait Klasterisasi Perguruan Tinggi di hadapan sejumlah awak media di gedung Graha Widya Bhakti, kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Serpong.

Klasterisasi tersebut bertujuan untuk memetakan perguruan tinggi Indonesia yang berada di bawah naungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), dalam rangka meningkatkan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi, termasuk kesehatan organisasi.

Dalam jumpa pers tersebut, Menristekdikti M. Nasir menyampaikan bahwa saat ini telah ada tiga perguruan tinggi Indonesia yang masuk ke dalam peringkat 500 besar dunia, yaitu  Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Indonesia. Ketiga perguruan tinggi tersebut masuk dalam klaster 1 perguruan tinggi Indonesia. Sedangkan perguruan tinggi yang masih belum masuk dalam peringkat tersebut diharapkan dapat semakin terpacu untuk meningkatkan kualitas.

Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ainun Na’im menjelaskan bahwa pemeringkatan perguruan tinggi telah dimulai sejak tahun 2015 sebagai upaya menjaga mutu dan kualitas perguruan tinggi. “ Metode klasterisasi yang dilakukan Kemenristekdikti memiliki perbedaan dengan metode yang digunakan beberapa lembaga pemeringkatan lain,” jelas Ainun.

DSC_6811Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad juga menambahkan bahwa perbedaan lain metode klasterisasi yang digunakan oleh Kemenristekdikti adalah mengenai aspek persepsi masyarakat. “ Metode klasterisasi Kemristekdikti semuanya menggunakan data riil yang ada, tidak memasukkan persepsi masyarakat mengenai suatu perguruan tinggi,” terang Intan.

Tahun ini, performa perguruan tinggi Indonesia dinilai dari 4 (empat) komponen utama, yaitu: kualitas Sumber Daya Manusia, kualitas kelembagaan, kualitas kegiatan kemahasiswaan, serta kualitas penelitian dan publikasi ilmiah. Empat komponen utama tersebut tidak berbeda dengan komponen utama yang digunakan pada tahun-tahun sebelumnya.

Sejalan dengan upaya pemerintah untuk lebih mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi melalui revitalisasi politeknik, maka klasterisasi perguruan tinggi Indonesia pada tahun 2017 ini digolongkan dalam 2 (dua) kelompok yaitu kelompok Politeknik dan kelompok non-politeknik (universitas, institut, dan lainnya).

Berdasarkan hasil analisis terhadap data-data yang tersedia, baik data pada Pangkalan Data Perguruan Tingi (PDDIKTI) Kemenristekdikti, data-data yang dikeluarkan oleh unit utama terkait pada Kemenristekdikti, maupun sumber-sumber lain yang relevan, maka diperoleh hasil sebagai berikut.

Kelompok Perguruan Tinggi Non-Politeknik (universitas, institut, dan lainnya)

Dihasilkan 5 (lima) klaster perguruan tinggi Indonesia dengan komposisi klaster 1 berjumlah 14 perguruan tinggi, klaster 2 berjumlah 78 perguruan tinggi, klaster 3 berjumlah 691 perguruan tinggi, klaster 4 berjumlah 1,989 perguruan tinggi, dan klaster 5 berjumlah 290 perguruan tinggi.

Perguruan tinggi non-politeknik yang masuk pada klaster 1 berurutan sesuai dengan skornya adalah sebagai berikut.

  1. Universitas Gadjah Mada
  2. Institut Teknologi Bandung
  3. Institut Pertanian Bogor
  4. Universitas Indonesia
  5. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  6. Universitas Diponegoro
  7. Universitas Airlangga
  8. Universitas Brawijaya
  9. Universitas Hasanuddin
  10. Universitas Negeri Yogyakarta
  11. Universitas Sebelas Maret
  12. Universitas Andalas
  13. Universitas Pendidikan Indonesia
  14. Universitas Padjajaran

Kelompok Perguruan Tinggi Politeknik

Dihasilkan 5 (lima) klaster perguruan tinggi politeknik dengan komposisi klaster 1 sejumlah 10 politeknik, klaster 2 sejumlah 19 politeknik, klaster 3 sejumlah 53 politeknik, klaster 4 sejumlah 54 politeknik, dan klaster 5 berjumlah 52 politeknik.

Perguruan tinggi politeknik yang masuk pada klaster 1 berurutan sesuai dengan skornya adalah sebagai berikut.

  1. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
  2. Politeknik Negeri Sriwijaya
  3. Politeknik Negeri Semarang
  4. Politeknik Negeri Malang
  5. Politeknik Negeri Jakarta
  6. Politeknik Negeri Jember
  7. Politeknik Negeri Bandung
  8. Politeknik Negeri Lampung
  9. Politeknik Negeri Medan
  10. Politeknik Negeri Pontianak

Hasil klasterisasi tersebut diharapkan dapat memacu perguruan tinggi di Indonesia untuk terus melakukan peningkatan mutu secara berkelanjutan dan memutakhirkan datanya di Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PD DIKTI) secara teratur sesuai amanat Pasal 56 UU No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Informasi lebih rinci mengenai hasil klasterisasi perguruan tinggi Indonesia tahun 2017, dapat dilihat pada tautan http://pemeringkatan.ristekdikti.go.id dengan memasukkan 6 (enam) digit kode perguruan tinggi masing-masing yang tercatat pada PDDIKTI Kemenristekdikti. (DRT/Editor/HKLI)