Standar Mutu Perguruan Tinggi Tergantung Komitmen Individunya

20170808195922__MG_5591_1Makassar – Belmawa. Keberhasilan suatu organisasi dalam hal ini perguruan tinggi (PT) adalah penerapan visi dan misi PT yang berkelanjutan, dan niat yang tulus dari setiap individu untuk menjalankannya setiap hari di kampus dengan bimbingan pimpinan tertinggi PT. Demikian disampaikan oleh seorang ahli di bidang penjaminan mutu PT, Johnson Ong Chee Bin dari ASEAN University Netwotk Quality Assurance (AUN-QA), di Makassar (8/07/2017) dalam rangka International Seminar and Workshop dengan tema “Strengthening the Outcome-Based Internal Quality Assurance System”. Lebih jauh Dr. Johnson menyampaikan bahwa walaupun menggunakan standar penjaminan mutu (quality assurance) yang sama, namun pengukuran hasilnya tidak akan sama pada semua perguruan tinggi, tergantung dari input dan prosesnya.

Dengan menghadirkan 5 (lima) pembicara internasional, yaitu Prof. Eve McMahon, Manager Quality Assurance Strategy at The New Zealand Qualification Authority/NZQA; Prof. Karen Treloar, Australian University Quality Agency (AUQA); Prof. Lyn Karstadt, Murdoch University, Dr. Jhonson Ong Chee Bin, AUN-QA Expert, dan Prof. Dr. Raymund Sison, De LA Salle University Philipines. Pembicara dari dalam negeri, yaitu Sugiyono, Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT), Elly Nurachmah, Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PT KES), dan Ilya Fadjar Maharika, Universitas Islam Indonesia (UII), dan Idris Gautama So, Universitas Bina Nusantara (BINUS).

Seminar dan Workshop yang berlangsung selama 2 (dua) hari tersebut dihadiri oleh peserta dengan jumlah ± 200 orang, yang terdiri dari pimpinan PT dari 54 PT terakreditasi A, pimpinan Unit Penjaminan Mutu dari 54 PT terakreditasi A, dan masing-masing 2 (dua) peserta dari 70 PT yang program studinya (prodi) terakreditasi A (lewat pendaftaran online untuk 140 peserta).

Dalam acara tanya-jawab, peserta yang hadir sangat antusias menanyakan berbagai hal terkait dengan penjaminan mutu dan standar yang cocok di PT Indonesia. Ada juga yang menanyakan standar bagaimana yang paling bagus, dan dijawab oleh Dr. Karen Treloar yang banyak terlibat dalam Tertiary Education Quality and Standards Agency (TEQSA) di Australia bahwa standar penjaminan mutu yang terbaik adalah tergantung pada apa yang dibutuhkan oleh PT. PT menentukan hasil yang akan dicapai dan menyepakatinya, kemudian menerapkannya dalam kehidupan kampus sehari-hari.

DSC_4713Pada sambutan pembukaannya, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Intan Ahmad menyampaikan bahwa di Indonesia, standar penjaminan mutu dan akreditasi sudah memiliki lisensi, audit dan pengakuan dari Panitia Teknis dan Komite Kesetaraan, yang artinya ada kebutuhan penting untuk senantiasa meningkatkan kualitas PT di Indonesia. Hal ini sesuai dengan strategi pemerintah, khususnya pembentukan unit-unit penjaminan mutu yang mendapat dukungan dari Lembaga Keuangan Internasional seperti Bank Dunia, Asian Development Bank (ADB) dan Islamic Development Bank (IDB), dan lain-lain yang disampaikan ke PT, program kejuruan dan proyek pengembangan kapasitas lainnya.

DSC_5339Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang hadir pada acara jamuan makan malam menyatakan dukungan penuh kementerian dalam upaya peningkatan mutu PT, khususnya untuk mendapatkan pengakuan atau akreditasi internasional. Ditekankan pula pentingnya PT Indonesia memperoleh pengakuan internasional, agar kualitas lulusannya juga diakui secara global.

“Saya berharap seminar dan workshop ini dapat menjadi muara tumbuh-kembangnya budaya mutu pendidikan tinggi menuju peningkatan daya saing bangsa Indonesia yang berkualitas”, ujar Menristekdikti. (MG/editor/HKLI)