International Seminar And Workshop On Strengthening The Outcome-Based Internal Quality Assurance System

DSC_9658Makassar, 8-9 Agustus 2017

Dalam rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hateknas) Ke-22 tahun 2017 dengan tema “Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan” yang dipusatkan di Provinsi Sulawesi Selatan. Pemerintah dalam hal ini Kemenristekdikti melalui Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, melakukan berbagai upaya sistematis, terencana, dan berkelanjutan untuk meningkatkan mutu Pendidikan Tinggi di Indonesia. Kemenritekdikti terus melakukan facilitating, enabling, dan empowering penguatan SPMI sebagai fondasi pengakuan SPME (nilai akreditasi prodi/institusi). Program studi/institusi yang telah terakreditasi B terus didorong meningkatkan SPMI untuk mendapatkan akreditasi A. Lima puluh empat institusi/pergurun tinggi yang saat ini telah terakreditasi A didorong untuk terus meningkatkan standar mutu tri-dharma perguruan tinggi untuk mendapatkan pengakuan internasional (baik akreditasi, sertifikasi, peringkat, dan asesmen). Khusus bagi institusi berstatus Badan Layanan Umum (BLU) dan Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTNBh), memiliki kewajiban untuk mengembangkan minimal lima program studi terakreditasi internasional (international recognition) pada tahun 2018 sebagai upaya peningkatan daya saing bangsa pada tatanan global. Lulusan perguruan tinggi Indonesia ke depan diharapkan
mampu melibatkan diri dalam berbagai aktifitas internasional dan memberi dampak positif secara internasional.

Paradigma penting dalam akreditasi internasional adalah menjadikan capaian pembelajaran (outcomes), asesmen dan evaluasi pencapaiannya sebagai basis penjaminan mutu dan perencanaan strategi akademik. Diperlukan upaya peningkatan mutu pelaksanaan pendidikan, mulai dari penentuan profil lulusan, penentuan capaian pembelajaran, perancangan kurikulum, asesmen capaian pembelajaran, evaluasi, dan tindakan perbaikan berkelanjutan (continuous quality improvement) berstandar internasional untuk mendapatkan pengakuan akreditasi internasional (AUN-QA, ABET, AACSB, ASIIN, JABEE, ABEST21, KAAB, RSC, dll).

Para pemegang kebijakan institusi selayaknya mempunyai wawasan dan paradigma yang memadai tentang standar pendidikan dan akreditasi internasional. Karena itu dilaksanakan sebuah seminar dan workshop international untuk menemukan strategi yang efektif dan efisien untuk mengembangkan sebuah prodi/institusi yang diakui tidak hanya di Indonesia namun secara globa, dengan tema: “Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal Berbasis Outcomes”.

Adapun tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah sebagai berikut:
a) Memberikan pemahaman yang mendalam dan komprehensif mengenai outcomes-based Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI);
b) mendapatkan pemahaman bersama mengenai faktor yang menentukan keberhasilan implementasi SPMI dan konsekuensi dari keberhasilan implementasi SPMI; dan
c) merancang peran strategik SPMI untuk mendorong institusi/prodi untuk mampu mendapatkan akreditasi unggul nasional dan internasional.

Seminar ini dibuka dengan keynote speech oleh Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Menristek, dalam welcome remarks menyampaikan dukungannya dalam peningkatan mutu perguruan tinggi dengan mendapatkan pengakuan atau akreditasi internasional.

Pembicara Internasional berasal dari beberapa negara: Prof. Eve McMahon, Manager Quality Assurance Strategy at The New Zealand Qualification Authority/NZQA; Prof. Karen Treloar, Australian University Quality Agency (AUQA); Professor Lyn Karstadt, Murdoch University, Dr. Jhonson Ong Che Bin ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA) Expert, dan Prof. Dr. Raymund Sison, De LA Salle University Philipines.

Narasumber dalam negeri di antaranya: Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT), Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PT KES), Universitas Islam Indonesia (UII), dan Universitas Bina Nusantara (BINUS).

Peserta pada kegiatan ini berjumlah ± 200 orang, yang terdiri dari:
1. Pimpinan PT dari 54 PT terakreditasi A.
2. Pimpinan Penjaminan Mutu dari 54 PT terakreditasi A.
3. 2 orang peserta dari 70 PT yang prodinya terakreditasi A (Pendaftaran online untuk 140 peserta).

Direktorat Penjaminan Mutu – Layanan Informasi
Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan