Penjajagan Kerja Sama Perguruan Tinggi dengan Universitas di New Zealand

bu paris dg new zealnad (2)Jakarta – Belmawa. 8/8/17, Dr Paristiyanti, Direktur Pembelajaran  Ditjen Belmawa kemenristekdikti , di sela-sela kesibukannya, menerima Tim Pengembangan bisnis internasional-bagian pendidikan New Zealand. Tim yang dipimpin Bryan Reed,  dari Universitas Aukland ini, sangat senang dapat bertemu dengan jajaran direktorat pembelajaran dalam rangka penjajakan kerja sama di bidang pendidikan tinggi di Indonesia.

Agenda pertemuan yang dibahas antara lain tentang pelatihan vokasional di Indonesia, pelatihan vokasional di New Zealand serta  potensi kolaborasi kedua negara.

Dalam kesempatan tatap muka, Bryan yang memperkenalkan timnya antar lain Jeff Howe dari universitas Vicotria, Perya Short dari NZQA ( New Zealand Qualification Authority) serta Melany Tedja dari NZ Government to Government (G2G) Partnership Office – an initiative of NZ Ministry of Foreign Affairs & Trade and New Zealand Trade & Enterprise. menyampaikan keinginan kerja sama dengan Perguruan Tinggi di Indonesia terutama di bidang vocational program. Bagai gayung bersambut,  Doktor Paris menyampaikan bahwa program ini merupakan satu program NAWA CITA Presiden RI, Joko Widodo, agar kita dapat membuat 10 destinasi wisata yang baru.

Briyan menyampaikan bahwa potensi kerjasama Perguruan Tinggi bidang vokasi citranya di New Zealand bagus sekali. Dia menambahkan bahwa “Pendidikan di New Zealand didisain dengan model  learning based on mapping of demand,”. bu paris dg new zealand3

Penjajakan lain yang dibahas dalam diskusi tersebut menyangkut  Capacity Building dosen LPTK terkait SMK Produktif supaya lebih ke arah vokasi. Sementara itu,   program S2 tourisme menjadi fokus kerjasama, terutama terwujudnya center of excellent yang akan di fokuskan di Universitas Negeri Yogyakarta dan Universitas Negeri Padang dengan menyiapkan  masing-masing,  calon 20 dosen untuk S2 melalui joint degree. Pelaksanaan program ini dilakukan dengan pola biaya: ADB, Canada Grant, New Zealand Insert Fund pada tahun anggaran 2018.

Pada akhir pertemuan, pihak Tim Vokasi New Zealand akan membuat proposal untuk melakukan transfer pengetahuan dan pengalaman serta mengidentifikasi potensi kolaborasi terkait pelatihan Vokasional di New Zealand dan di Indonesia. (abdoel-hendra/editor/HKLI)